Lindungi Hasil Panen Petani Kota Batu, DPRD Harapkan Ada Upaya Pembatasan Produk Import Hortikultura

  • 14-02-2020 / 19:06 WIB
  • Kategori:Batu
Lindungi Hasil Panen Petani Kota Batu, DPRD Harapkan Ada Upaya Pembatasan Produk Import Hortikultura Kualitas : Produk pertanian Kota Batu yang tak kalah kualitasnya dengan produk impor. 

Malangpostonline.com, BATU - Sebagai kota yang menghasilkan hasil pertanian holtikultura, Pemerintah Kota Batu harus melindungi warganya yang mayoritas petani agar tetap bertahan di bidang pertanian. Karena itu DPRD Kota Batu berharap ada regulasi untuk membendung derasnya import hortikultura yang masuk ke Kota Batu.

Untuk itu dalam waktu dekat Komisi B DPRD Kota Batu bakal melakukan hearing dengan Dinas Pertanian Kota Batu membahas formula yang pas demi perlindungan hasil pertanian. Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi B dari Fraksi Gabungan Amanat Demokrat, Deddy Irfan Alwani.

"Sebagai daerah penghasil pertanian, kebijakan hukum untuk melindungi petani sangat penting. Salah satunya melindungi produk pertanian Kota Batu agar tidak kalah harga dengan produk impor," ujar Deddy kepada Malangpostonline.com Jumat (14/2) siang.  

Dengan latar permasalahan itulah, pihaknya selaku komisi yang membidangi produk pertanian akan segera membahasnya. Sehingga ada solusi demi perlindungan petani.

"Kami akan segera bahas permasalahan ini. Jangan sampai hasil panen petani di Batu harganya anjlok dan mengakibatkan mereka merugi dengan adanya produk dari luar," beber politisi Partai Demokrat ini. 

Ia mengungkapkan, jaminan perlindungan bagi petani harus segera dituangkan melalui regulasi atau kebijakan melalui peraturan daerah (perda), peraturan wali kota (perwali), atau peraturan lainnya. Namun dalam setiap peraturan yang dibuat di daerah, diungkapnya harus ada aturan turunan dari pusat. 

"Sekarang apakah di daerah lain ada aturan pembatasan import hortikultura, ini yang masih kita cari tahu. Kemudian melihat apa saja produksi holtikultura yang melimpah dan yang kurang setiap tahunnya di Kota Batu," imbuhnya.

Dengan begitu, lanjut dia, kebijakan tidak serta merta membatasi semua sayuran import dan buah import atau dengan kata lain ketersediaan (kuantitas.red) kebutuhan tersebut tetap ada. Selain itu juga bertujuan tidak merusak harga di pasar lokal.

Namun ia juga menekankan, untuk membatasi produk holtikultura petani Kota Batu harus memastikan agar hasil pertaniannya tak hanya memenuhi kuantitas. Tapi juga kualitasnya.

"Jadi tak bisa secepatnya memberlakukan hal itu. Tapi petani harus mempersiapkan dulu dengan mensejajarkan kualitas produk pertanian. Caranya Dinas Pertanian harus memberikan pelatihan SDM dan memberikan bantuan berupa saprodi ke petani," bebernya.

Tak hanya itu, diungkap Deddy dalam Perda nantinya juga harus ada solusi dalam pemasarannya. Misalnya pemerintah harus mendorong pengusaha wisata dan hotel di Kota Batu harus menyerap hasil pertanian warga Kota Batu.

Deddy menambahkan beberapa komoditi yang bakal diutamakan yaitu apel dan bawang putih. Pasalnya untuk apel merupakan ikon Kota Batu yang sekarang mulai tergerus dan bawang putih yang selama ini diimpor dari luar negeri. (eri)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : eri
Uploader : slatem
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU