Pemekaran Desa Tulungrejo Dianggarkan di PAK

  • 25-02-2020 / 14:42 WIB
  • Kategori:Batu
Pemekaran Desa Tulungrejo Dianggarkan di PAK Temui : Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo saat menemui Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M di Balai Kota Among Tani Batu beberapa waktu lalu.

Malangpostonline.com, BATU - Pemekaran Desa Tulungrejo bakal segera terealisasi. Kabar kepastian pemekaran wilayah tersebut setelah dilakukan pertemuan antara Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo dengan Wakil Walikota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M bersama BKD, Kabag Pemerintahan, dan Kabag Hukum, Dinas DP3AP2KB, Bappelitbangda dan Camat Bumiaji beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo, Suparman bahwa dalam pertemuan yang digelar pada Senin malam (24/2) dengan sejumlah 19 orang. Mereka terdiri dari perwakilan warga dan beberapa orang Ketua RW dari Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo.

"Tujuan pertemuan yang diadakannya rapat kemarin (24/2) malam adalah untuk membahas poin-poin yang akan dimasukkan dalam proposal pengajuan Pemekaran Desa Tulungrejo. proposal tersebut merupakan inisiatif masyarakat yang akan diserahkan kepada Ketua BPD, Kepala Desa Tulungrejo, Camat Bumiaji dan Walikota Batu," ujar Suparman kepada Malangpostonline.com Selasa (25/2) siang.

Ia menjelaskan, proposal yang tengah dibuat setelah adanya kepastian dari Pemkot yang telah memberikan kepastian tentang Perda Kota Batu No. 1 tahun 2015 tentang Desa. Dengan salah satu syarat pembentukan desa pada pasal 8 bagian b yang berbunyi jumlah penduduk untuk dilakukan pemekaran wilayah paling sedikit 6.000 jiwa atau 1.200 kepala keluarga.

"Dalam pertemuan kemarin Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo meminta kepastian syarat jumlah penduduk 6.000 jiwa atau 1.200 Kepala Keluarga untuk bisa dilakukan  pemekaran Desa. Karena sebelumnya ada multi tafsir dalam aturan tersebut," bebernya.

Ia menerangkan, Pemkot masih menunggu hasil dari penafsiran tersebut. Apakah minimal penduduk di desa yang akan dilakukan pemekaran dibawah 6 ribu penduduk atau setelah dilakukan pemekaran minimal harus 6 ribu penduduk dari desa yang dimekarkan.

"Nah setelah mendapat kepastian, dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota dijelaskan jika untuk pemekaran minimal penduduk sebelum dipecah adalah 6 ribu jiwa. Untuk Desa Tulungrejo telah memenuhi syarat tersebut dengan jumlah warga sekitar 8864 jiwa dari lima dusun," bebernya.

Saat ini, lanjut dia, Pokja tengah menyiapkan persyaratan. Salah satunya menunggu hasil jajak pendapat selesai yang tinggal satu RT dari empat RT atau suda masuk 65 persen di Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo saat ini sudah mencapai 1.359 Kepala Keluarga atau sudah memenuhi syarat untuk dilakukan pemekaran desa.

Kemudian juga mendata aset apa saja yang ada di dua dusun mulai sekolahan, masjid dan fasilitas umum lainnya. Yang terpenting, dari Pokja tersebut diungkapnya bisa terwujud pemekaran desa.

Selain itu Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo juga membahas biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk operasional kesekretariatan. Telah disepakati bahwa untuk sementara pembiayaan dilakukan secara swadaya dengan patungan bagi peserta rapat setiap ada pertemuan.

Suparman menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan menerima sumbangan partisipasi dari Warga Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo yang mendukung program Pemekaran Desa ini. (eri)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU