Menteri PPPA Jadikan Kampung Ramah Anak Punten Percontohan di Indonesia

  • 27-02-2020 / 15:09 WIB
  • Kategori:Batu
Menteri PPPA Jadikan Kampung Ramah Anak Punten Percontohan di Indonesia Kunjungi : Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati didampingi Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M mengunjungi Kampung Ramah Anak Punten, Kec. Bumiaji, Kota Batu siang ini.

Malangpostonline.com, BATU - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi Kampung Ramah Anak di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Selain itu ia bakal menjadikan Kampung Ramah Anak yang ada Dusun Krajan sebagai role model Kampung Ramah Anak di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Bintang Darmawati dalam kunjungannya ke Kota Batu, Kamis (27/2) kemarin. Dalam kunjungan tersebut didampingi oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M, Kepala OPD Pemkot Batu, dan Forkopimda. 

 

Dalam kesempatan itu, Bintang bersama pejabat Pemkot Batu meninjau kampung sempit yang mampu disulap oleh warga sebagai ruang bermain dan belajar yang ramah anak. Mulai dari beragam gambar-gambar menarik di tembok dan jalan seluruh kampung, pojok literasi di rumah salah satu warga, hingga tempat bermain yang berada di latar depan rumah warga.

Bahkan ia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh masyarakat, forum anak, Pemdes hingga Pemkot. "Saya menyampaikan apreasiasi yang setinggi-tingginya. Ini suatu hal yang luar biasa dan pertama kalinya ada konsep kampung yang memperhatikan anak-anak sebagai penerus bangsa," ujar Bintang kepada Malangpostinline.com usai melakukan kunjungan.

Menurutnya, Kampung Ramah Anak ini ada karena partisipasi dari tingkat grassrote seperti Kepala Desa dan didukung oleh Pemkot. Serta adanya partisipasi luar biasa dari masyarakat seperti rumahnya dibuka selebar-lebarnya untuk dimanfaatkan sebagai aktifitas anak-anak bermain dan belajar.

"Kalau seperti ini dilakukan diseantero nusantara barangkali apa yang terjadi viral belakangan seperti kasus kekerasan dan perundungan terhadap anak tak akan terjadi. Karena waktu luang dilakukan kegiatan positif seperti, olahraga, bekesenian, bermain, dan membaca dimulai dari TK. Ini tak ada paksaan kepada anak-anak," beber perempuan kelahiran Denpasar, 24 November 1968 ini.

Bintang menambahkan, kedatangan ke Kampung Ramah Anak itu diinisiasi oleh Komnas Perlindungan Anak sejak 2017 lalu. Diketahui Komnas Perlindungan Anak telah membina lebih awal dan melindungi anak-anak Indonesia pada umumnya dan Kota Batu pada khususnya di tingkat grassroot sesuai potensi daerah.

Lebih lanjut, konsep ini dalam waktu dekat akan direplikasi dan dibawah ke lain daerah mengikuti situasi dan kondisi daerah lain. Namun yang lebih penting, konsep dasar yang harus dijalani adalah adanya perhatian dan partisipasi luar biasa dengan kampung dikelola anak melalui forum anak.

"Ini juga akan jadi solusi terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Karena anak adalah tanggung jawab bersama. Bukan orang tua saja. Karena telah memberikan motivasi dan wahana bagi anak-anak, serta pengembangan lainnya seperti budidaya ikan. Ini agar anak-anak tidak hanya main gawai saja," paparnya.

Pada kesempatan tersebut Bintang juga ditemani oleh Forkopimda untuk berkunjung ke Pasar Wisata Bring Raharjo yang dikelola Karang Taruna Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (eri)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU