40 Mahasiswa Jepang dan Mesir Belajar Batik Songgoriti

  • 29-02-2020 / 13:40 WIB
  • Kategori:Batu
40 Mahasiswa Jepang dan Mesir Belajar Batik Songgoriti Membatik : Mahasiswa Jepang dari STIE Malangkuçeçwara tengah membatik ciprat di areal Candi Supo, Dusun Songgoriti, Kel. Songgokerto, Kec/Kota Batu siang ini.

Malangpostonline.com, BATU - Potensi lokal Dusun Songgoriti, Kelurahan Songhokerto, Kec/Kota Batu memang sangat luar biasa. Itu terbukti dengan adanya kunjungan 40 mahasiswa STIE Malangkuçeçwara dari Jepang dan Mesir untuk belajar membatik bersama grub batik shiny shitu dan budaya lokal.

Puluhan mahasiswa selama dua hari Jumat (28/2) dan Sabtu (29/2) nampak banyak belajar dan mengajar (tukar budaya.red) budaya Jepang dan Indonesia khususnya di Songgoriti. Mereka nampak antusias mengikuti semua kegiatan dilakukan.

Hal itu diungkapkan oleh Akina (21) mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia STIE Malangkuçeçwara bahwa ia mendapat banyak manfaat selama belajar dua hari di Kota Batu. Selain juga berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di Kota Batu.

"Saya sudah enam bulan di Indonesia. Selam dua hari ini saya belajar banyak. Mulai membatik sibori dan ciprat khas Songgoriti. Kemudian saya belajar budaya dan sejarah Candi Supo," ujar Akina kepada Malangpostonoime.com Sabtu (29/2) siang.

Selain itu, gadis yang memiliki nama jawa Nurul Hayati juga melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata. Mula dari BFG, JTP, Musang, Taman Langit, dan Kampung Wara Warni yang ada di Kota Malang.

Nurul yang cukup fasih berbasa Indonsia ini juga mengungkapkan jika dirinya belajar tentang kehidupan masyarakat Indonesia, menikmati makanan lokal seperti getuk. "Tapi yang lebih menarik di Kota Batu adalah alamnya yang mirip seperti di Jepang. Namun disini lebih nyaman," imbuhnya.

Penanggung Jawab Program Jelajah Mahasiswa Asing (Jelma)  STIE Malangkuçeçwara, Prof Suyoto menambahkan jika kegiatan Jelma yang diikuti 40 mahasiswa dari Jepang dan Mesir merupakan kerja sama yang terjalin sudah empat tahun dengan Pemkot Batu.

"Jelma sudah tahun ke empat berjalan di Kota Batu. Kali ini para mahasiswa kami ajak belajar dan silang budaya di Songgoriti yang dulunya menjadi pusat budaya sekaligus ikon wisata Kota Batu," ujar Suyoto.

Sebaliknya, lanjut dia, mahasiswa juga mengajarkan masyarakat untuk mengenakan kimono, belajar menulis kanji, kataka, dan kaligrafi. Harapannya agar masyarakat juga terbuka pikirannya untuk belajar budaya asing untuk diambil nilai positif dari perbedaan yang ada. (eri)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU