Tunggu Kepastian Tanggal 15 Maret, Berharap Indonesia jadi Perkecualian Karena Terbebas Virus Korona

  • 29-02-2020 / 18:06 WIB
  • Kategori:Batu
Tunggu Kepastian Tanggal 15 Maret, Berharap Indonesia jadi Perkecualian Karena Terbebas Virus Korona Jamaah : Jamaah haji Kota Batu memanjatkan doa setelah pulang dari tanah suci tahun lalu.

Malangpostonline.com, BATU - Jasa pelayanan haji dan umrah di Kota Batu masih tunggu kepastian penundaan pemberangkatan jamaah umrah yang tertunda akibat wabah virus korona. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pemilik jasa umroh dan haji PT Musthafa Ary Tour (Martour) Kota Batu.

"Untuk jamaah ibadah umrah yang kamu tangani ada 20 orang semuanya dari luar Kota Batu. Sedangkan dari Kota Batu hanya satu orang dan itu saya sendiri," ujar HM. Ary Purwanto selaku owner PT Musthafa Ary Tour (Martour) kepada Malangpostonoine.com Sabtu (29/2) kemarin.

Ia menerangkan, 20 jamaah tersebut rencana akan berangkat pada tanggal 15 Maret depan. Pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Kemenlu Kerajaan Arab Saudi.

"Sementara ini kami mengunggu kepastian dari Kemenag Pusat. Insya allah dari prediksi saya, perjalanan umrah ke tanah suci bisa kembali dilakukan mulai 15 Maret. Ini juga sudah kami sampaikan ke para jamaah," bebernya.

Ary optimis dalam waktu dua pekan ke depan pemberangkatan ibadah haji akan dibuka. Pasalnya tidak semua negara yang warganya terdampak korona. Salah satunya yang terbebas korona adalah warga negara Indonesia.

"Kami beharap kebijakan ini, khususnya bagi warga Indonesia bisa kembali melakukan perjalanan ibadah umroh. Karena Indonesia dan insya allah adalah negara yang terbebas dari virus korona.

Saat ditanya apakah ada kerugian dengan adanya penundaan perjalanan ibadah umrah. Diungkap oleh Ary jika pihaknya tidak mengalami kerugian sama sekali. Karema memang PT miliknya adalah satu-satunya yang telah terdaftar resmi di Kemenag Kota Batu.

"Kalau bagi kami untuk kerugian tidak ada. Karena dari pihak penerbangan pasti menyesuaikan surat dari Kemenlu. Begitu juga untuk booking hotel, kamu sudah punya orang disana dan telah dipercaya. Jadi uang booking yang telah diberikan juga bisa diundur," bebernya.

Berbeda dengan biro jasa umroh dan haji yang tidak resmi atau melalui calo. Hal itu diungkapnya pasti akan mengalami kerugian dari booking pesawat atau dari pihak hotel.

"Sekarang yang terpenting kami sampaikan ke jamaah agar tenang. Kemudian setelah kepastian untuk pemberangkatan umrah keluar kami akan segera lakukan reschedule agar tidak terjadi crossing antar jamaah," tegasnya.

Dengan adanya permasalahan itu, aktiftias biro jasa miliknya juga tetap buka untuk melayani masyarakat. Karena pihaknya hanya tinggal menunggu kepastian dari Kemenlu. (eri)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : Dok

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU