20 Hektar Lahan Apel Terkena Mata Ayam, Pemkot Turun Tangan

  • 13-03-2020 / 12:50 WIB
  • Kategori:Batu
20 Hektar Lahan Apel Terkena Mata Ayam, Pemkot Turun Tangan Petik : Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso bersama Dinas Pertanian turun lapang ikut memetik dan mengubur buah apel yang terdampak busuk buah di Desa Bulukerto, Kec. Bumiaji, Kota Batu Jumat (13/3) pagi ini.

Malangpostonline.com, BATU - Seluas 20 hektar lahan apel di Desa Bulukerto, Kec. Bumiaji, Kota Batu mengalami penyakit busuk buah pada apel atau petani sering menyebutnya mata ayam. Penyakit jamur ini merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kerugian bagi petani.

Parahnya, buah yang terserang mata ayam ini akan cepat menyebar sehingga tanaman bisa terancam gagal panen. Untuk itu Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian Kota Batu turun ke salah satu kebun milik petani apel untuk segera melakukan pencegahan.

Pencegahan yang dilakukan oleh Pemkot, Dinas Pertanian dan OPD terkait dengan memanen apel terdampak mata ayam. Setelah memanen apel yang mengalami busuk buah, apel tersebut langsung dikubur dalam tanah. Tujuannya agar apel lainnya tak terdampak mata ayam.

Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian bertujuan untuk membantu para petani apel yang mengalami busuk buah. Apa yang dilakukan tersebut juga mendengar langsung keluhan petani apel Kota Batu.

"Sebelum turun kami juga bekerja sama dengan Balitjestro untuk meneliti apa penyebab penyakit mata ayam. Dari rekomendasi untuk mengendalikan penyakit yang harus dilakukan dengan cara untuk memutus siklus hidup penyebaran jamur dengan segera dipetik dan dikubur," ujar Punjul kepada Malangpostonline.com pagi ini.

Ia menerangkan, busuk buah juga dikarenakan dari usia pohon yang sudah tua mencapai 30 tahun keatas. Kemudian karena faktor cuaca, sanitasi buruk, dan perawatan yang tidak maksimal. Artinya bisa dikatakan perlu adanya peremajaan kembali oleh petani.

Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono menambahkan, selain dengan memetik dan menguburkan apel terdampak busuk buah. Dinas Pertanian Kota Batu juga memberikan bantuan dengan pengendalian pestisida PGPD dan agen hayati yang menjadi musuh jamur.

"Perlu diketahui juga jika busuk apel ini karena faktor musim hujan dan lalat buah sebagai perantara. Selain rata-rata apel yang sudah berumur 40 tahun keatas sehingga jika dengan usia yang sangat tua jika lanjutkan petani akan merugi," bebernya.

Karena itu, untuk pencegahan busuk buat tidak bisa satu lahan saja. Tapi harus satu desa melakukan pembersihan serempak agar tidak menular. Ia menghimbau agar petani menjaga kebersihan dengan tidak membuang buah yang terdampak mata ayam di sembarang tmpat seperti sungai. Karena malah berdampak pada penyebaran penyakit. (eri)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : eri
Uploader : rois
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU