Pagu Zonasi Juga Bertambah

PPDB SMA Diperpanjang

  • 20-06-2019 / 22:20 WIB
  • Kategori:Malang
PPDB SMA Diperpanjang CARI INFO: Siswa mengisi data panitia PPDB SMAN 9 Malang, perpanjangan pendaftaran dan penambahan pagu membuat sejumlah calon peserta khawatir terdepak.

-Laman resmi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), bisa kembali diakses sejak pukul 24.00, Rabu (20/6). Pendaftaran PPDB SMA juga diperpanjang. Bahkan pagu untuk PPDB jalur zonasi secara online juga ditambah. Laman PPDB yang kembali aktif tidak mengubah regulasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pada Rabu pukul 18.00, laman resmi pendaftaran PPDB tingkat SMA/SMK mencantumkan pengumuman. Bahwa proses pendaftaran diperpanjang hingga Jumat (21/6) sampai dengan pukul 23.59 WIB. Padahal sesuai dengan ketentuan sebelumnya, pendaftaran PPDB jalur zonasi akan berakhir pada Kamis (20/6) dan akan diumumkan langsung pada pukul 01.00 WIB.

"Pendaftaran terakhir jalur zonasi/reguler pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2019 pukul 23.59," pengumuman di laman resmi PPDB.

Pada pengumuman terbaru, usai diperpanjang selama satu hari, pengumuman hasil seleksinya pada Sabtu (22/6) pukul 09.00 WIB, di laman resmi pendaftaran PPDB. Juga ditambahkan pada pengumuman tersebut. Bahwa proses daftar ulang bagi peserta yang diterima adalah pada 24-25 Juni pada jam kerja di sekolah penerima.

Terkait perpanjangan masa pendaftaran PPDB tersebut, membuat siswa gelisah lantaran takut peringkatnya semakin tergeser. Salah satunya adalah Melviana Ade Ivanda yang mendaftar pada jurusan Usaha Perjalanan Wisata di SMKN 1 yang pagunya tertulis 62 siswa.

"Gimana ini pendaftaran diperpanjang lagi, peringkat saya sudah 59. Sebelumnya dari peringkat 32 terus merosot," kata Melvi pada Malang Post.

"Iya diperpanjang, tapi saya belum dapat penjelasan dari Plt (Kadindik Provinsi Jatim). Tapi mungkin memberi kesempatan pada siswa yang belum mendaftar," kata Kacabdin Provinsi Jatim Kota Malang dan Batu Dra. Ema Sumiarti, M.Si.

Menurut Ema sapaan akrabnya,  penambahan pagu PPDB sepenuhnya merupakan wewenang dari Dinas Pendidikan  Provinsi.

"Itu langsung dari sistem, murni analisis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Kemungkinan dari analisa kapasitas sekolah yang diajukan sebelumnya," ujarnya ketika dihubungi Malang Post.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang penentuan pagunya berdasar pengajuan dari sekolah. Pada PPDB kali ini, pagu ditentukan berdasarkan analisa langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Pantauan Malang Post pada laman resmi PPDB, pagu jalur zonasi secara online umumnya mengalami peningkatan. Seperti di SMAN 5 yang sebelumnya 259 meningkat menjadi 279. Sedang untuk SMAN 1 yang pagu sebelumnya 257, menjadi 258. Penambahan pagu tertinggi ada pada SMA 9 yang sebelumnya 226 menjadi 327.

"Kita tidak punya wewenang untuk itu. Tapi kita hanya melaporkan jumlah ruang kelas ada sebelas dan juga jumlah guru kita. Kelihatannya Provinsi mengambil sikap SMAN 9 diberi kuota tertinggi karena itu," Waka Kesiswaan SMAN 9, Moch Chusnul Irfandi, S.Pd.

Menurut Chusnul, pagu di SMAN 9 pada tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Tapi memang ada peningkatan, karena memang kapasitas kelas di SMAN 9 yang cukup banyak jika dibanding dengan sekolah lainnya di Kota Malang.

Di sisi lain juga ditemui untuk beberapa sekolah yang pagunya tetap dibandingkan dengan sebelumnya yakni pada SMAN 3 dengan pagu jalur zonasi online sejumlah 211 siswa.

Berbeda dengan PPDB SMK jalur zonasi, jalur SMK sendiri hanya menggunakan NUN sebagai kriteria utama. Melvi sendiri sudah tersingkir dari pilihan pertama yakni pada jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran, dan untuk pilihan keduanya ia sudah berada diujung peringkat pagu.

Sebelumnya proses penerimaan PPDB tingkat SMA/SMK sempat menuai protes  keras dari para orang tua di berbagai wilayah di Jawa Timur, hingga berujung pada penangguhan sementara laman pendaftaran website PPDB selama beberapa jam.

Di Singosari Terjauh 3,6 Km

Sementara itu di SMAN 1 Singosari, Sekretaris PPDB SMAN 1 Singosari, Agung Wijianto mengatakan, PPDB tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Sistem zonasi yang ditentukan ini, banyak siswa atau wali murid mendaftar di awal PPDB dibuka. Sejak hari pertama hingga pukul 12.15 kemarin, jumlah siswa yang mengambil PIN dan mendaftar menggunakan jalur zonasi sebanyak 358. Sementara pagu di sekolah ini totalnya 384.

”Total 384, dibagi empat jalur, yaitu zonasi 50 persen, jalur NUN 20 persen, siswa tidak mampu 20 persen, jalur prestasi dan perpindahan orang tua bekerja 10 persen,’’ tambah Agung.

Dan pun menguraikan, dengan mengacu persentase, maka dari jalur zonasi siswa yang diterima hanya 189. Sementara yang mendaftar 358. Menurut Waka Kesiswaan SMAN 1 Singosari ini, persaingan siswa sendiri, tidak hanya pada nilai. Tapi pada jarak rumah. Menurut Agung, siang kemarin, yang terpantau dari sistem PPDB, jarak rumah siswa terjauh yang diterima di SMAN 1 Singosari adalah 3,6 kilometer.

Agung sendiri mengaku, jika banyak siswa yang kurang memahami alur PPDB terutama dengan jalur. Banyak siswa yang datang hanya mengandalkan jalur zonasi atau KK, tapi mereka yang menggunakan jalur NUN dan jalur prestasi atau jalur perpindahan orang tua bekerja. Padahal, jika jalur itu digunakan, siswa yang memiliki nilai bagus maka memiliki peluang lebih banyak masuk, dibandingkan dengan hanya mengandalkan jalur KK.

”Itulah yang kami sesalkan. Banyak siswa yang mendaftar melalui jalur zonasi, padahal nilai mereka tinggi,’’ tambahnya.

Agung mengatakan, selain dari jalur keluarga kurang mampu dan jalur KK, jalur lain sepi peminat. Seperti jalur NUN yang mendaftar hanya 10 orang. Sedangkan jalur prestasi atau perpindahan orang tua bekerja hanya dua. Padahal, mengacu pada persentase, pagu untuk dua jalur ini mencapai 115. Yaitu jalur NUN 77 siswa, dan jalur prestasi dan perpindahan orang tua yaitu 38. (mg3/ira/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis : ira
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU