Sedekah Bumi, Klenteng Eng An Kiong Bagikan 32 Ton Sembako

  • 28-08-2019 / 16:21 WIB
  • Kategori:Malang
Sedekah Bumi, Klenteng Eng An Kiong Bagikan 32 Ton Sembako BAGIKAN SEMBAKO: Masyarakat menerima paket beras dan mie kering dari Klenteng Eng An Kiong.

MALANGPOSTONLINE.COM - Sebanyak 32 ton sembako dibagikan kepada warga Malang Raya dalam kegiatan Sedekah Bumi di Klenteng Eng An Kiong, Rabu (28/8). Tradisi tahunan tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi yang kemudian dibagikan kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan sosial.

Sejak pagi, ribuan masyarakat sudah memenuhi halaman klenteng. Mereka mengantre untuk menerima bingkisan yang sudah disiapkan, yakni sembako yang terdiri dari beras, mie, kecap dan lainnya.  Humas Klenteng Eng An Kiong, Bunsu Anton Triyono mengungkapkan, setiap tahunnya, masyarakat yang berpartisipasi dalan Sedekah Bumi jumlahnya terus berkurang. 

"Kalau tahun lalu, jumlahnya ada 3 ribu orang. Namun, tahun ini jumlahnya berkurang. Artinya, pemerintah berhasil mengentaskan kemiskinan," terang dia kepada Malangpostonline.com.

Anton menguraikan, pihaknya tidak membatasi siapapun untuk menerima sembako, mulai dari masyarakat Malang Raya, Tuban dan daerah lainnya. "Kami tidak melakukan pendataan juga. Siapa saja boleh bergabung disini dan mendapat sembako," kata dia.

Setelah seluruh sembako dibagikan, mereka akan membakar patung buto setinggi sekitar 5 meter. Patung tersebut sebagai simbolik kejahatan dan sesuatu yang bersifat negatif. "Hal negatif itu akan dibelenggu ke dalam raksasa, agar tidak mengganggu acara. Selesai acara langsung dibakar di halaman klenteng," tambah dia.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Klenteng Eng An Kiong yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. "Ini sebagai bentuk kepedulian Klenteng Eng An Kiong yang sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun, " terang dia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai mampu membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Saat ini, indeks gini ratio di Kota Malang masih tinggi. "Tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat cenderung meningkat. Angkanya memang masih tinggi, sebab pertumbuhan ekonomi makro tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi mikro," jelas dia. (tea/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU