Dana Insentif Indeks Inovasi Jangan Jadi Jembatan

  • 29-08-2019 / 14:45 WIB
  • Kategori:Malang
Dana Insentif Indeks Inovasi Jangan Jadi Jembatan Gelaran Lomba Inovasi Teknologi Kota Malang mencapai puncaknya tadi siang, dihadiri pihak Kemengdari RI.

MALANGPOSTONLINE.COM - Gelaran Lomba Inovasi Teknologi Kota Malang (Inotek) ternyata dapat menghasilkan pendapatan bagi Kota Malang, berupa insentif. Nah insentif ini dikatakan akan menjadi dana tambahan untuk pengembangan pembangunan Kota Malang. 

Tahun2018 lalu, Kota Malang mampu mendapatkan insentif sebesar Rp 25 M. Pasalnya tahun lalu Kota Malang berada di peringkat ke empat, kota terinovatif di Indonesia. Ukurannya adalah masuknya proposal inovasi ke Kementrian Dalam Negeri.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Kemendagri RI, Safrizal. Ia menyampaikan indeks inovasi Kota Malang termasuk yang terbaik dibandingkan daerah-daerah lain. Sehingga berada di urutan ke-4 tahun lalu.

“Ya nanti insentifnya jangan dijadikan jembatan ya,” guyon Safrizal.

Meski begitu ia menjelaskan daerah yang mendapatkan prestasi indeks inovasi yang baik memang mendapatkan insentif. Kota Malang sendiri mendapatkan Rp 25 M dari prestasi tahun lalu. Diharapkan insentif ini digunakan untuk pengembangan inovasi lainnya. 

Ia menegaskan hal ini penting, pasalnya hal ini untuk meneruskan dan menjaga kreativitas daerah dalam meningkatkan pelayanan publik inovatif bisa lebih baik lagi. 

Wali Kota Malang Sutiaji pun menanggapi jika selama ini dana insentif yang didapat dari peringkat inovasi menjadi DAU(Dana Alokasi Umum). Yang selain digunakan pengembangan kota secara umum, sebagian besar lebih dialokasikan untuk pengembangan dan pembinaan muda-mudi untuk menciptakan inovasi lebih. 

“Mudah-mudahan tahun ini kita dapat peringkat bagus lagi, nanti insentif bisa buat pembinaan innovator kita agar proyek atau penemuan mereka bisa disempurnakan. Dan bisa dimanfaatkan pemda,” pungkas Sutiaji. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU