Angin Kencang, Komoditi Ikan Laut Langka

  • 29-08-2019 / 16:06 WIB
  • Kategori:Malang
Angin Kencang, Komoditi Ikan Laut Langka

MALANGPOSTONLINE.COM - Selama satu minggu belakangan, komoditi ikan laut di Kota Malang langka. Beberapa jenis ikan, seperti tengiri, kakap merah hingga kakap putih tidak tampak di pasaran. Namun, jika barang tersebut tersedia, jumlah pasokan justru berkurang dan mengalami kenaikan harga di kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Besar Malang, Usman mengungkapkan, selama satu minggu terakhir, ia tidak menjual kakap merah, kakap putih, kerapu hingga tengiri. Hal tersebut terjadi lantaran ia tidak mendapat pasokan dari nelayan. "Saat ini, kondisi angin di laut cukup kencang. Sehingga, beberapa nelayan tidak berani untuk melaut," terang dia kepada Malang Post, Rabu (28/8).

Sebelumnya, pasokan komoditi ikan air laut tersebut juga cenderung berkurang. Dari yang biasanya 30 kilogram per hari, menjadi 10-15 kilogram saja. Sementara, harganya juga mengalami kenaikan. "Kalau untuk ikan kakap, yang biasanya Rp 50 ribu per kilogram, menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Sementara, untuk ikan tengiri, dari harga Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram," jelas dia.

Selain ikan laut, komoditi lain, seperti udang juga mengalami kenaikan. Jika biasanya Rp 80 ribu per kilogram, saat ini menjadi Rp 90 ribu per kilogram. Kemudian, untuk cumi-cumi, dari harga Rp 50 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram. "Udang tambak juga mengalami kenaikan, dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram," jelas dia.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk membeli ikan laut. "Pembelinya tidak banyak berkurang. Kalau mereka butuh, ya dibeli saja," kata dia.

Sebagai alternatif, ia juga menyediakan ikan air tawar. Mulai dari mujair, nila dan masih banyak lagi yang lainnya. "Harganya beragam, dari kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram," tandas dia.

Sejauh ini, ia mendatangkan ikan laut dari Probolinggo, Bangil hingga Pantasi Selatan. Meski demikian, Usman mengaku kondisi tersebut bertahan sampai kapan. "Masih belum tahu ini sampai kapan. Selama anginnya terus kencang, otomatis nelayan tidak berani melaut. Banyak ikan yang tidak ada stoknya dan mahal," pungkas dia. (tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU