Line Dance Lotus Surabaya Ajak Milenial Cinta Budaya

  • 30-08-2019 / 21:37 WIB
  • Kategori:Malang
Line Dance Lotus Surabaya Ajak Milenial Cinta Budaya

MALANGPOSTONLINE.COM -  Berawal dari memiliki kegemaran yang sama terhadap wastra nusantara dan budaya, mereka membentuk suatu komunitas untuk pelestarian budaya. Seiring berjalannya waktu, pada awal tahun 2019 lalu, komunitas tersebut membentuk Line Dance Lotus Surabaya untuk mengajak para milenial untuk melestarikan udaya melalui line dance yang saat ini sedang banyak digandrungi.

Ketua Line Dance Lotus Surabaya, Heni Swastantri Hardito mengungkapkan, sejak tiga tahun lalu, komunitas tersebut terbentuk karena para anggotanya memiliki kesamaan. “Kami sama-sama suka wastra nusantara (kain batik dan tenun) dan budaya. Ketika melakukan aktivitas sehari-hari, kami selalu menggunakan kain tersebut,” ujar dia ketika ditemui Malang Post di Hotel Tugu, Jumat (30/8).

Seiring berjalannya waktu, anggota yang didominasi oleh para penari tersebut kemudian membuat komunitas line dance. Sesuai filosofi bunga lotus, para anggotanya ingin menularkan semangat dalam berbuat kebaikan dengan keanggunan. “Usia kami memang sudah tidak muda lagi. Namun, kami tetap bersemangat untuk menjaga budaya dengan terus menggunakan wastra nusantara,” jelas dia.

Heni melanjutkan, para anggotanya yang rata-rata berusia di atas 50 tahun itu rutin melakukan latihan setiap satu minggu sekali, yakni setiap hari Senin sekitar pukul 15.00 sampai 17.00, dengan guru khusus, yakni Cikgu Peggy. “Lagunya memang lagu kekinian, yakni Senorita dan lainnya. Namun, ketika berlatih dan tampil, kami selalu sertakan kain nusantara,” ujar dia. 

Dengan demikian, perpaduan musik kekinian dengan budaya bisa melebur jadi satu. Sehingga, ia berharap, mampu menarik kaum milenial untuk lebih mencintai budaya dan ikut melestarikan. “Kami ingin, anak muda mencintai seni budayanya sendiri. Kalau bukan kita sendiri yang lestarikan, siapa lagi,” kata dia.

Serta, ia juga berharap kepada para anggotanya untuk terus bersemangat untuk menularkan virus cinta budaya kepada anak muda. “Jangan pernah merasa tua, harus terus semangat untuk menularkan virus tersebut,” urai perempuan berkacamata ini.

Ke depan, ia berharap, Line Dance Lotus Surabaya ini bisa eksis seperti ‘kakaknya’, yakni komunitas Semanggi yang mampu membawa tari tradisional hingga ke luar negeri.

“Kami berharap begitu, namun, kami saat ini masih mencari event-event line dance yang bisa kami ikuti. Yang paling penting, kami menikmati hidup dengan menggunakan kain dan menebar semangat kebudayaan kepada generasi muda,” tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU