Diskusi Malang Post Forum, Prioritas Kerja DPRD Kota Batu 2019-2024 (1)

Pertemuan Pertama Sejak Kota Batu Lahir, Prioritas Utama Genjot PAD

  • 01-09-2019 / 23:55 WIB
  • Kategori:Malang, Batu
Pertemuan Pertama Sejak Kota Batu Lahir, Prioritas Utama Genjot PAD PRIORITAS KERJA: Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Batu, Nurochman (tengah) diapit Hely Suyanto (kiri) dan Ludi Tanarto dalam diskusi prioritas kerja dewan terpilih bersama Malang Post di Purnama Hotel.

Anggota DPRD Kota Batu periode 2019 – 2024 mengikuti diskusi bersama Malang Post di Purnama Hotel, Rabu (28/8). Diskusi bersama para wakil rakyat di Kota Batu ini menjadi pertemuan perdana sebelum mereka dilatik pada Jumat (30/8). Bahkan menurut Wakil Wali Kota Batu Ir. H. Punjul Santoso SH. MM, ini adalah diskusi pertama sejak Kota Batu lahir.

Pada diskusi seluruh perwakilan membeber prioritas kerja mereka sebagai anggota dewan selama lima tahun ke depan. Dari 30 kursi di DPRD, komposisinya 15 kursi adalah wajah baru dan 15 kursi wajah lama. Selama kurang lebih tiga jam, anggota DPRD Kota Batu sepakat bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jadi prioritas utama.

Diskusi tersebut ipimpin oleh Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Malang Post, Dewi Yuhana didampingi Redpel Malang Post, Bagus Ary Wicaksono dan Kabiro Malang Post Batu, Febri Setiawan serta hadir pula Sekretaris Redaksi Abdul Halim. Para anggota dewan terpilih Kota Batu antusias menyampaikan pikiran dan pendapat mereka dalam forum tersebut.

PAD dan kelengkapan dewan. Menjadi pembahasan pembuka dalam diskusi Malang Post bersama DPRD Kota Batu 2019-2024. Hal itu disampaikan kali pertama oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Nurochman.

"Proyeksi ke depan kami lebih memprioritaskan pada peningkatan PAD. Dari Rp 160 miliar menjadi Rp 200 miliar. Ini fokus teman-teman dan mimpi kami semua sebagai dewan terpilih," ujar Nurochman.

Ia menjelaksan, dengan peningkatan PAD setiap tahun, ia beraharap bisa mendorong agar eksekutif lebih produktif. Untuk mendorong hal tersebut, diungkap laki-laki yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD sementara Kota Batu bahwa ada banyak indikator. Instrumen pertama, diungkapnya dengan perundangan yang mendukung, kedua kinerja eksekutif agar bergerak perlu diperhitungkan. "Ini bisa terealisasi jika eksekutif bersama temen-taman dan semua partai kerja dengan maksimal," imbuh politisi PKB ini.

Selain peningkatan PAD. Nurochman berharap agar pembentukan alat kelengkapan dewan segera dilaksanakan setelah terpilih Ketua DPRD Sementara. Itu karena, komposisi dewan terpilih seimbang. Yakni 50:50 antara produk baru dengan produk lama.

"Mempercepat alat kelengkapan dewan harus segera dilakukan. Ini agar para dewan baru bisa segera membahas RAPBD 2020 Kota Batu yang rencananya mulai dibahas bulan Oktober," tegasnya.

Lebih lanjut, Heli Suyanto, dewan terpilih untuk ketiga kalinya dari Partai Gerindra mengungkapkan hal senada. Selebihnya ia meminta agar ke depannya yang terpenting adalah sinkronisasi antara dewan dengan eksekutif terkait visi misi Wali Kota.

"Dengan sinkronisasi antara legislatif dan eksekutif ini kami harap ke depan peningkatan PAD Kota Batu bisa maksimal. Ini adalah potensi luar biasa dan perlu dikembangkan dalam diskusi ini," beber laki-laki yang dipastikan menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kota Batu ini.

Kemudian ada Ludi Tanarto dari PKS yang menyampaikan bahwa ukuran kinerja keberadaan dewan dapat dilihat dari indeks kepuasan masyarakat. "Tolok ukur kepuasan di masyarakat atas kinerja kami dilihat dari sedikitnya masyarakat yang ngrundel. Setidaknya ini menjadi keberhasilan," imbuh Ludi.

Meski begitu, lanjut Ludi, bahwa tolok ukur tersebut belum kuantitatif. Sehingg ia ingin pada periode berikutnya ada ukuran kinerja para wakil rakyat. Indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja dewan menjadi program yang bisa ia usulkan dan menjadi PR bagi anggota dewan.

"Mestinya memang ada lembaga independen yang mengukur kinerja kami. Dari kepuasan masyarakat akan diketahui apa yang diinginkan masyarakat. Program seperti apa. Sehingga ada banyak hal tergali dari pikiran masyarakat," paparnya.

Aspirasi masyarakat tersebut, lanjut Ludi, bisa diaplikasikan melalui website yang dimiliki DPRD Kota Batu. Artinya ada keterbukaan DPRD Kota Batu melalui website. Namun hingga saat ini diungkapnya web tersebut masih belum maksimal.(eri/ary

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis : eri
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU