Kenaikan Harga Cabai Rawit Penyebab Inflasi Tertinggi

  • 02-09-2019 / 15:11 WIB
  • Kategori:Malang
Kenaikan Harga Cabai Rawit Penyebab Inflasi Tertinggi

MALANG - Selama beberapa bulan terakhir, harga cabai rawit terus melambung tinggi. Hal tersebut disebabkan karena musin kemarau yang cukup panjang. Kenaikan harga yang mencapai 46,35 persen tersebut menjadi salah satu faktor pemicu inflasi pada bulan Agustus 2019 dengan andil sebesar 0,1425 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo mengungkapkan, saat musim kemarau panjang, salah satu hal yang memang harus diwaspadai adalah kenaikan harga bahan makanan. Karena stok yang tersedia terbatas, maka ada kencenderungan mengalami kenaikan harga. "Namun, kenaikannya masih dalam batas wajar. Untuk itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus betul-betul menjaga stabilitas harga," terang dia dalam rilis inflasi, Senin (2/9).

Dari sektor bahan makanan, komoditi lain yang memberikan pengaruh adalah kenaikan harga sebesar 3,80 persen untuk daging ayam ras, dengan andil sebesar 0,0503 persen. "Kemudian, kenaikan harga cabai merah yang mencapai 4,10 persen memberikan andil sebesar 0,0199 persen," jelas dia.

Sementara, dari sektor lain, seperti tarif sekolah dasar yang mengalami kenaikan 10,90 persen memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,1003 persen. Disusul kemudian, upah tukang bukan mandor yang mengalami kenaikan sebesar 5,56 persen memberikan andil sebesar 0,0774 persen. "Serta, kenaikan emas perhiasan yang mencapai 5,57 persen memberikan andil sebesar 0,0611 persen," jelas dia.

Meski demikian, ada juga beberapa faktor yang menghambat terjadinya inflasi. Ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga. Diantaranya, tarif Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengalami penurunan harga sebesar 16,9 persen memberikan andil -0,1506 persen. Disusul kemudian, tari angkutan udara yang mengalami penurunan sebesar 2,56 persen memberikan andil sebesar -0,0664 persen. 

Sepanjang bulan Agustus 2019, BPS mencatat inflasi di Kota Malang di angka 0,19 persen. Dibandingkan bulan lalu yang berada di angka 0,20 persen, kondisi tersebut menggambarkan angka inflasi yang cukup stabil. "Secara yeat to year pada periode yang sama, perbandingan inflasi berada di angka 2,51 persen. Sementara, akumulasi mulai periode bulan Januari hingga Agustus 2019 berada di angka 1,49 persen," tandas dia. (tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU