Smart Beauty

Mengajar di Thailand

  • 03-09-2019 / 00:34 WIB
  • Kategori:Malang, Internasional
Mengajar di Thailand Anita Putri Christina

Pengalamannya menjadi seorang guru Bahasa Inggris di Thailand bersama AIESEC merupakan cerita yang tak terlupakan. Anita Putri Christina  menghabiskan waktu dua bulan di negeri gajah putih pada 2018, untuk menjadi volunteer serta mengajarkan Bahasa Inggris.

“Di sana saya mengajar mulai dari TK sampai SMA. Jadi di hari 1 sampe ke 3 berkumpul dulu dengan teman-teman AIESEC lainnya yang sudah diseleksi sekitar 80 orang dari Asia dan Eropa dan melakukan pembekalan selama 3 hari,” cerita Anita kepada Malang Post.

Usai mendapatkan pembekalan, sarjana komunikasi penjurusan public relation FISIP UB itu, bersama rekan-rekannya disebar ke daerah-daerah di Thailand. Tujuannya untuk menyelesaikan misi quality education yang merupakan salah satu bidang sustainable development goals di AIESEC.

Kebetulan, Anita mendapat penempatan di daerah Anubanphayu. Dia tinggal bersama dengan pelajar dari China yang sampai sekarang masih berhubungan baik. “Saya juga beruntung sekali mendapat hostfamily yang baik sehingga saya betah di sana selama 2 bulan. Saat mengajar selama 2 bulan cukup susah karena mereka pada dasarnya tidak bisa berbahasa Inggris,” tutur alumnus SMAN 1 Batu tersebut.

Setiap malam sebelum mengajar, dia harus menuliskan catatan penulisan Thailand yang mirip aksara Jawa beserta terjemahan Inggris. Wakil Ketua Paguyuban Kangmas Nimas Batu 2016-2018 itu menambahkan, semua kesulitan dan tantangan dalam mengajar di Thailand, terbayar ketika siswanya menyatakan apresiasi atas kerja kerasnya.

“Kesusahan itu terbayar dengan antusiasme mereka saat saya mengajar, memeluk saya setelah selesai kelas dan  memanggil saya “khun kru Anita”. Selama dua bulan saya belajar banyak hal mengenai budaya Thailand yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, sopan dan saling menghargai,” tambah finalis Raka Raki Jawa Timur tahun 2017 tersebut.

Selain menggali pengalaman di Thailand, Anita juga pernah terjun di bidang penelitian bersama senior serta dosennya di kampus. Wanita yang juga model dan penyanyi ini, menjadi asisten peneliti untuk proyek Universitas Brawijaya bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited yang membahas tentang Program Pengembangan Masyarakat.

“Kami 4 asisten peneliti bekerjasama dengan 5 dosen dari fakultas yang berbeda. Pengerjaannya pun cukup lama. Jadi di situ saya ikut mempersiapkan mulai dari menyeleksi enumerator yang akan turun lapangan, meeting dengan pihak Exxon bersama dosen-dosen UB, mendampingi enumerator saat turun lapang dan menyusun laporan penelitian,” sambung wanita yang sempat aktif di Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himanika) UB itu.(fin/van)

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : fin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU