Banyak Permintaan, Elpiji Melon Sulit Dicari

  • 03-09-2019 / 22:41 WIB
  • Kategori:Malang
Banyak Permintaan, Elpiji Melon Sulit Dicari

MALANGPOSTONLINE.COM - Sementara itu, salah satu pegawai agen elpiji, PT. Galaxi Energi Pratama yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan, setiap hari, pihaknya tak pernah berhenti melakukan pengiriman di ratusan pangkalan elpiji yang ada di kawasan Kota Malang. “Dalam satu pangkalan, kami bagikan sekitar 50 hingga 100 tabung. Tergantung permintaan,” terang dia ketika ditemui Malangpostonline.com di kantornya.

Pria berkacamata itu menyebut, setiap hari, ia mengirimkan sebanyak ribuan tabung yang terbagi dalam empat truk. “Satu truk isinya sekitar 560 tabung. Distrubusi ini terus kami lakukan setiap hari. Tidak pernah kami timbun. Distribusi terus bergulir,” tandas dia singkat.

Menurutnya, kondisi kelangkaan tabung gas melon di kalangan masyarakat lantaran kondisi permintaan yang semakin banyak. Sehingga, melebihi stok yang ada. “Akhirnya, beberapa masyarakat yang memang membutuhkan elpiji melon kesulitan mendapatkan stok,” kata dia pada Malangpostonline.com.

Terpisah, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR V-Jatimbalinus, Rustam Aji mengungkapkan, konsumsi normal rata-rata elpiji malon di wilayah Malang Raya, kurang lebih sebesar 152.000 tabung, atau 456 metric ton per hari. “Untuk Kabupaten Malang, sebesar 302 MT/hari, Kota Malang 114 MT/hari dan Kota Batu 40 MT/hari,” jelas dia ketika dikonfirmasi Malang Post. 

Selama bulan Agustus 2019 kemarin, Pertamina telah melakukan penambahan sebanyak 190.400 tabung atau setara dengan 571 MT. Sementara, untuk Kota Malang, 77.840 tabung atau setara dengan234 MT dan Kota Batu sebanyak 20.160 tabung atau setara 60 MT. “Rencana, pada minggu pertama September 2019 ini akan kembali dilakukan penambahan pasokan. Untuk Kabupaten Malang 54.880 tabung atau setara dengan 165 MT dan Kota Malang sebanyak 23.520 tabung atau setara 71 MT,” kata dia.

Menurut Rustam, saat ini permintaan terhadap tabung gas melon memang naik, sesuai dengan pertumbuhan penduduk. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian elpiji 3 kg, usaha yang tergolong menengah ke atas tidak lagi diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan elpiji bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Bila memang merasa mampu, maka jangan menggunakan elpiji 3 kg yang merupakan hak yang kurang mampu,” kata dia.

Rustam menambahkan, ia meminta masyarakat yang kurang mampu itu untuk membeli elpiji di Agen dan Pangkalan Resmi Pertamina, agar mendapat harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan di masing-masing Pemerintah Daerah. “Jika ingin menanyakan mengenai ketersediaan produk elpiji 3 kg dapat dengan menelpon kontak Pertamina,” pungkas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU