Marak sobat Ambyar, Geber Seminar Nasional Patah Hati

  • 09-09-2019 / 19:29 WIB
  • Kategori:Malang
Marak sobat Ambyar, Geber Seminar Nasional Patah Hati

MALANG - Saat ini, banyak masyarakat yang mendeklarasikan dirinya sebagai sobat ambyar, yakni sebutan untuk fans berat The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot. Fenomena tersebut menarik sebuah komunitas untuk menggelar Seminar Nasional Patah Hati di Hotel Gajahmada Graha, Senin (9/9).

Beberapa peserta yang datang, mengaku sedang patah hati dan ingin segera move on. Tak sedikit juga penasaran dengan kajian patah hati dalam keilmuan. Hal tersebut kemudian direspon cepat oleh Prof. Dr. Djoko Saryono, guru besar Universitas Negeri Malang (UM). Dia mengungkapkan, patah hati merupakan bagian dari jalan hidup manusia.

“Saat ini, patah hati terbukti menarik semua orang, baik lokal maupun asing. Muncul juga klinik atau penyembuhan patah hati di luar negeri. How to fix a broken heart, the wisdom of broken heart,” papar dia.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi melalui berbagai teori dan terapi untuk menyembuhkan diri dari patah hati. Salah satunya adalah dengan menulis sebuah buku maupun mendengarkan lagu. “Pengobatan patah hati bisa dengan takaran dan sikap yg berbeda. Tergantung waktu dan alternatif yang dilakukan,” ujar dia.

Dalam seminar tersebut, materi terkait patah hati juga diberikan oleh Dr hasan Abadi, Rektor Unira, Dr. Dwi Cahyono erkeolog dari UM serta Aquarina Kharisma Sari, founder Malang Women Writer’s Society.

Ketua Panitia Seminar, Anang Brotoseno mengungkapkan, saat ini, fenomena masyarakat yang patah hati memiliki karakter yang cukup unik. Biasanya, orang patah hati mengalami kesedihan dan cenderung menyendiri. Namun, saat ini, mereka cenderung bergembira sambil menyanyikan lagu Didi Kempot. “Ini fenomena yang cukup unik bagi kami,” terang dia.

Untuk itu, pihaknya menggandeng akademisi untuk melakukan kajian lebih dalam terkait fenomena tersebut.  “Kami ingin mengkaji secara lebih akademis tentang patah hati,” kata dia.

Dalam seminar tersebut, dihadiri oleh kurang lebih 100 orang peserta. Dimana 70 persen diantaranya adalah wanita. Bahkan ada juga pendaftar yang berasal dari luar kota. “Karena tema ini tidak biasa dalam dunia akademik. Sampai-sampai dia sempat khawatir nanti dikira tidak serius. Padahal kami sangat serius, bahkan yang memberikan materipun kami pilih seorang profesor dan orang-orang yang punya kompetensi di berbagai bidang. Ada yang ahli di bidang kebahasaan, ahli sastra dan ahli sejarah,” tandas Anang.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU