Smart Beauty

Belajar Budaya Negara Lain

  • 09-09-2019 / 23:21 WIB
  • Kategori:Malang
Belajar Budaya Negara Lain Betsi Widayat

Traveling mengajarkan banyak hal. Tidak sekadar pengalaman tetapi juga memberikan wawasan tentang budaya dari penjuru dunia. Itulah yang dirasakan Betsi Widayat. Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UB ini belajar tentang budaya sejumlah negara.

Dia melakukan hal itu ketika berkunjung ke beberapa kota di sejumlah negara. Seperti Madinah, Korea, Singapura, Vietnam dan Thailand. Negara paling istimewa baginya adalah Korea. Sebab Betsi sangat menggemari nonton drama Korea. Travelingnya ke negara ini juga sekaligus mengunjungi tempat-tempat yang biasanya ada di drama Korea.
Selain berlibur ke negara lain, Betsi saat ini sibuk mendapat banyak endorse. Itu karena pengikutnya di sosial medianya mencapai 11 ribu lebih. Namun Betsi hanya mengambil endorse saat memiliki waktu luang disela-sela kesibukannya. Ia tidak ingin mengganggu prioritasnya menuntaskan kuliahnya.

“Karena kuliahnya padat sekali dari Senin sampai Jumat, kalau sudah begitu saya tolak tawaran endorse maupun photoshoot, kalau waktunya free baru saya terima" jelas perempuan yang hobi foto itu.

Baru-baru ini perempuan 23 tahun ini menjadi brand ambassador salah satu event besar di Kota Malang. Tugas yang diembannya aktif mempromosikan kegiatan tersebut kepada masyarakat Malang Raya melalui akun Instagram pribadinya. Ia dituntut gencar promosi melalui media sosial sejak akhir Agustus lalu dengan aturan yang telah ditentukan sebelumnya.

“Tugasnya tidak memberatkan dan bisa dijalankannya dengan baik. Saya suka,  sekalian bisa refreshing karena biasanya sehari-hari sudah sibuk dengan jadwal kuliah yang padat, selain itu di acara ini bisa ketemu sama teman-teman lama," urai Betsi.

Sebagai brand ambassador ia dituntut rajin mempromosikan sekaligus menginformasikan apapun yang ada di event tersebut. Mulai dari brand apa saja yang ada, siapa saja bintang tamunya hingga mengajak masyarakat Malang Raya datang ke pameran brand-brand lokal. 

Untuk mempromosikan dalam bentuk video, Betsi harus menggunakan dialog dengan teks yang telah disediakan. Hanya saja ia membawakan sesuai logatnya, Malangan. (lin/van)

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : lin
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU