Smart Beauty

Dimulai dari Mimpi

  • 13-09-2019 / 00:02 WIB
  • Kategori:Malang
Dimulai dari Mimpi Hanania

BAGI Hanania, mimpi hanya sejauh usaha dan kerja keras. Wanita berusia 24 tahun ini pun menegaskan, seseorang dengan target oriented life itu lebih memudahkan diri untuk mencapai sesuatu. Karena, dengan bermimpi, percaya dan meyakini bisa mewujudkan, Hana, sapaan akrabnya, bisa melalui fase terpenting dalam masa mudanya.

Contohnya saat menempuh kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UB, Hana yang merupakan angkatan 2013, mematok target Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas rata-rata. “Target itu saya pasang saat kali pertama jadi mahasiswa. Dengan kerja keras, Alhamdulilah target itu bisa terkabul,” ujar Hana.

Menurut pemilik akun Instagram  @hananiar dengan follower 6.234 itu, life goals adalah energi yang tak akan didapat oleh orang yang hidup apa adanya dan mengalir. Karena ada dorongan untuk mencapai target, usaha yang diberikan dalam mengejar cita-cita dan life goals, menjadi berlipat-lipat.

Dia pun meyakini tidak ada yang tidak mungkin selama sesuatu masih bisa dimimpikan. Karena itu pula, wanita penggemar traveling ini mengaku sudah memasang rencana dan cita-cita dalam wish list. Lewat wish list ini, Hana menyebut bahwa dia bisa mengarahkan mimpinya dengan lebih realistis.

“Kuncinya adalah komitmen. Wish list saya selalu berhubungan dengan apa yang harus saya capai, selama satu tahun. Jadinya semangat ketika melakukan sesuatu,” sambung wanita yang berpengalaman kerja di bidang telekomunikasi ini. Dia pun merasa lebih fokus dalam menjalani hari-harinya.

Dengan pencapaian dan target yang tertulis serta tertata dengan jelas, kualitas hidup Hana terus ditingkatkan. Dia mencontohkan, setelah bekerja, goal tahunannya, adalah menabung, serta menentukan investasi. Masa depan adalah hal yang tidak pasti. Tapi, dengan memilih investasi sejak muda, Hana meyakini dia bisa memiliki masa depan yang tertata.

Apalagi, era kini, investasi bukan lagi hal sulit. Dukungan teknologi, serta kemajuan internet, investasi merupakan sesuatu yang bisa dijangkau dengan ibu jari. Hana menyebut, selama masih ada kesempatan, dia akan menabung dan berinvestasi. Tak ingin hanya sibuk bekerja dan memikirkan masa depan, Hana juga tetap menyelipkan agenda liburan.

Dia mengaku sudah menyusun waiting list tempat wisata maupun kota yang tak pernah dia kunjungi. “Ada waiting list, tempat-tempat buat traveling sama kuliner, itu soalnya hobi,” pungkas wanita bergelar sarjana ilmu sosial yang lulus tahun 2017 lalu.(fin/van

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : fin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU