Jokowi: Selamat Jalan Sang Pionir

Habibie Dekat Mahasiswa UB

  • 13-09-2019 / 00:07 WIB
  • Kategori:Malang, Nasional
Habibie Dekat Mahasiswa UB KEABADIAN: BJ Habibie saat menjabat Menristek mengajak mahasiswa FT UB berkunjung ke IPTN dan sejumlah perusahaan milik negara.

Pesan Mencintai Ilmu// opening

Habibie Dekat Mahasiswa UB// sub

Jokowi:  Selamat Jalan Sang Pionir// sub

 

MALANG-BJ Habibie memiliki kesan istimewa di sejumlah alumnus Universitas Brawijaya (UB). Presiden ke 3 RI itu pernah kembali terbang ke kampus UB usai dipilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Mantan Menristek itu dijuluki sebagai The Rising Star di Indonesia.

Direktur Utama PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ali Mundakir merupakan salah satu tokoh yang mencatat sejarah bersama Habibie. Bos anak perusahaan Pertamina itu salah satu dari lima mahasiswa UB, panitia simposium mahasiswa yang kemudian terbentuk ICMI.

Ali menyebut ICMI dapat terwujud, melalui perjuangan selama berbulan-bulan lamanya. Sekitar jelang akhir tahun 1990 lalu. "Ketika itu kita sudah berulang kali mengirim surat permohonan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tapi ternyata tidak pernah sampai,” kenang Ali kepada Malang Post. Untuk diketahui, selain menjabat sebagai menristek, saat itu, Habibie juga menjabat kepala BPPT.

Sampai akhirnya ia dan sahabatnya saat masih duduk di Fakultas Teknik (FT) UB Erik Salman (alm) kala itu, nekad ke BPPT. “Kita cek surat permohonan kami tidak ada. Karena prosedurnya terlalu panjang," kenang Ali.

Mereka akhirnya memutuskan menemui Habibie secara langsung. Caranya mencari tempat Habibie saat Salat Jumat di gedung Menristek. Mereka mengambil posisi tepat di belakang posisi Habibie. "Ketika beliau berdiri, kita ikut berdiri langsung kenalkan diri. Beliau menunjukkan respon baik dengan mengajak kami ke ruangannya. Langsung kami sampaikan maksud kedatangan tentang keresahan kami," lanjutnya.

Ternyata Habibie sangat antusias. Namun ia menyampaikan akan meminta izin terlebih dahulu kepada Presiden Soeharto.

Pada pertemuan kedua, Ali cukup terkejut atas respon antusias yang ditunjukkan Habibie.

Apalagi awalnya mereka hanya ingin mengadakan seminar nasional. “Tapi kemudian muncul gagasan, kenapa tidak sekalian kita membentuk wadah jangka panjang. Itu kita sampaikan ketika pertemuan kedua dengan Pak Habibie Ketika itu saya dan Almarhum Erik didampingi oleh Dawam Rahardjo dan Kang Imad (KH. Imanuddin)," katanya.

Hingga akhirnya simposium yang melahirkan ICMI di gelar di UB pada 6- 9 Desember 1990. Simposium melibatkan cendekiawan dari seluruh Indonesia, dan melibatkan berbagai unsur dari UB, baik dari kalangan mahasiswa hingga kalangan dosen.

"Kami sempat menunggu beberapa saat apakah Presiden Soeharto menyetujui BJ. Habibie sebagai Ketua ICMI. Hingga akhirnya sampai dapat kabar disetujui. Bahkan simposium nasional pertama ICMI diresmikan Presiden Soeharto. Sedangkan penutupannya dilakukan Wakil Presiden ketika itu Sudarmono," sambungnya.

Untuk diketahui, terbentuknya ICMI tak lepas dari perjuangan sejumlah mahasiswa FT UB yang menggelar simposium. Mereka yakni Erik Salman (alm), Ali Mundakir, M. Zaenuri, M. Iqbal, dan Awang Surya. Kemudian juga melibatkan setidaknya 50 mahasiswa UB yang mayoritas berasal dari FT "Almarhum Erik bertindak sebagai ketua pelaksana, saya sebagai wakil ketua. Tiga lainnya sebagai ketua seksi,” imbuhnya.

Sejak digelarnya simposium itu, hubungan para mahasiswa tersebut dengan BJ. Habibie terbilang cukup dekat. Diceritakan Ali, sosok yang paling sering berinteraksi dengan Habibie adalah Erik Salman. Namun pada tahun 1998, Erik meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal.

Kini mantan Wapres RI itu selalu dikenang. Ia bukan sekadar teknokrat, tapi juga sosok yang selalu mencintai ilmu. Pada setiap kesempatan, BJ Habibie memberikan wejangan terkait pentingnya mengutamakan pendidikan.

"Paling saya ingat, pada saat saya ke rumah Pak Habibie, beliau mengatakan bahwa pendidikan itu merupakan sesuatu yang paling penting. Beliau selalu mengingatkan, lebih baik pendidikan diutamakan, baru berpikir ke arah yang lain. Sekarang saya merasakan, bahwa nasehat tersebut memang benar," kisahnya.

Kembali ke Malang

Beberapa saat setelah simposium yang melahirkan ICMI, Habibie kembali mengunjungi Malang khususnya UB. Pada Januari 1991, BJ Habibie datang ke UB untuk memenuhi undangan sebagai keynote speaker seminar.

"Saya ingat betul ketika itu beliau menggunakan helikopter mendarat di lapangan depan Rektorat UB, didampingi oleh sang istri," kata salah satu panitia simposium ICMI, Arie Wijaya.

Saat itu, Arie Wijaya merupakan mahasiswa yang paling yunior di antara yang lain. Dijelaskannya, M. Zaenuri, Awang Surya, Ali Mundakir mahasiswa senior di Teknik Mesin angkatan 1987. Sedang dirinya bersama M. Iqbal merupakan mahasiswa Teknik Mesin angkatan 1989. Arie ketika itu bertanggung jawab pada bagian dokumentasi.

"Saya sebelumnya sempat beberapa kali ikut ke Jakarta menemui Habibie. Tapi ketika simposium nasional tersebut saya bertanggung jawab pada dokumentasi," lanjutnya.

Lebih lanjut dikisahkannya, kedatangan kembali BJ. Habibie ke UB pada tahun 1991, juga sekaligus memberikan apresiasi kepada para mahasiswa UB yang menjadi panitia simposium hingga terbentuknya ICMI di akhir tahun 1990 tersebut.

Seluruh panitia diajak mengunjungi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini menjadi PT Dirgantara Indonesia dan beberapa perusahaan milik negara lainnya.

"Ada dua bus, membawa semua panitia ICMI dari mahasiswa UB untuk mengunjungi IPTN dan beberapa lainnya. Semuanya dibiayai oleh beliau," lanjut Arie yang kini merupakan seorang pengusaha di bidang minyak dan gas.

Menurut Arie, sosok BJ Habibie yang paling ia kagumi adalah sebagi pribadi yang religius. Tidak pernah meninggalkan salat dan selalu puasa Senin-Kamis. Teknokrat terkemuka Indonesia itu dianggap figur yang tepat bagi masyarakat Indonesia  maupun bagi umat Islam. Arie juga masih ingat sosok Habibie yang blak-blakan. "Jadi beliau selalu menganggap kita seperti anak-anaknya sendiri. Menegur kita seperti tidak ada jarak, benar-benar merasa diayomi," imbuhnya.

Ketua ICMI Malang Untung Endro Cahyono merupakan salah satu mahasiswa panitia dari simposium nasional ICMI pertama tersebut. Untung salah satu deklarator pada simposium tersebut. Ia menyampaikan, bahwa sosok Habibie sangat membuatnya terkesan hingga kini.

"Bagi saya, Pak Habibie itu The Rising Star di Indonesia, ilmuan yang mencuat seperti matahari terbit. Pada saat itu visi beliau sudah sangat luar biasa," terangnya.

Jokowi Ajak Ingat Pesan Habibie 

BJ Habibie, Kamis (12/9) kemarin dimakamkan di Taman Makam Pahalawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman Habibie di TMP Kalibata dilakukan secara militer, dipimpin Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara.Habibie dikebumikan tepat di samping makam istrinya, Hasri Ainun Besari. Pusara keduanya diketahui menempati slot nomor 120-121, blok M. Pemakaman Habibie ini menjadikannya presiden pertama yang dimakamkan di TMP Kalibata.

Untuk diketahui, tiga presiden yang sebelumnya telah pergi tidak dimakamkan di TMP Kalibata. Mereka dimakamkan di daerah kelahiran maupun di tempat keluarganya masing-masing.

Presiden RI ke-1 Soekarno dimakamkan di Blitar, Presiden RI ke-2 Soeharto dimakamkan di Astana Giribangun di  Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Sedannkan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikebumikan di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Pemakaman kemarin dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Usai jenazah dikebumikan, Presiden Jokowi pun langsung memberikan sambutan kenegaraan. Pada pidato tersebut, Jokowi mengucapkan rasa bela sungkawanya.

"Pada hari ini kita semua, seluruh rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya presiden ketiga RI, Bapak Prof BJ Habibie. Beliau adalah seorang negarawan sejati, inspirator, ilmuwan yang meyakini bahwa tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Ilmu, iman, dan taqwa harus bersatu," kata Jokowi saat berpidato di depan makam BJ Habibie.

Menurutnya, selama ini BJ Habibie merupakan suri tauladan yang baik bagi bangsa Indonesia. Lalu kini, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya itu. "Kita hadir ke sini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa bakti beliau kepada bangsa semasa hidupnya," ucapnya.

Kemudian, Jokowi pun menceritakan tentang kisah perjalanan hidup pria yang lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan itu. Ia menjelaskan, jika semasa masih muda, BJ Habibie merupakan seorang yang visioner. Lalu, tidak hanya berpikir dirinya sendiri, tapi juga memikirkan bangsa Indonesia.

Dari pemikirian Habibie, lahirlah industri-industri strategis. Seperti pesawat Gatot Kaca yang mengudara pada 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menuturkan, sebuah sejarah yang telah dibuat oleh BJ Habibie, telah menginspirasi bangsa Indonesia untuk percaya diri, menjadikan Indonesia berdiri sejajar dengan negara besar di dunia.

"Marilah kita lepas bapak BJ Habibie menghadap Allah dengan tenang. Semoga Allah berkenan menerima ibadah beliau. Selamat jalan, Mr Crack, selamat jalan sang pionir," pungkasnya. Jokowi mengatakan, pesan Habibie akan selalu diingat.  “'Jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng,

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : asa
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU