Rumah Ijen Boleh Jadi Tempat Usaha, Asal

  • 15-09-2019 / 06:48 WIB
  • Kategori:Malang
Rumah Ijen Boleh Jadi Tempat Usaha, Asal

Meski begitu menurut Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Agung H. Bhuana, rumah yang terindentifikasi cagar budaya bisa dikelola menjadi tempat usaha, asalkan tidak ada perubahan besar dilakukan yang merusak bangunan aslinya.

“Sebelum renovasi harus dapat KAK (Kerangka Acuan Kerja,red) dari DPU(Dinas Pekerjaan Umum,red),” tegas Agung yang juga Kasi Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.

Kemudian, lanjutnya untuk mendapatkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan,red) di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu,red), sebelumnya disyaratkan untuk meminta rekomendasi ke TACB.

Selama hal-hal itu tidak dipenuhi maka pembangunan, renovasi atau perbaikan apapun tidak dapat dilakukan oleh pemilik atau pengelola bangunan di kawasan heritage Ijen.

Belum lama ini juga terdapat permintaan perubahan bangunan disalah satu rumah di Ijen. Yakni Ijen No 45. Proses rekomendasi sudah dilakukan TACB Kota Malang. Pemilik tidak direkomendasi mengubah bentuk asli dari bangunan. Apalagi yang tampak depan.

"Rencana mau dibangun dua lantai ada tambahan kamar. Rekomendasi kami bagian depan benar benar jangan ditambah apa apa. Karena bisa mempengaruhi tata ruang kenampakannya kawasan ini," papar Agung.

Ia menegaskan lagi, tim ahli merekomendasikan keras agar bangunan induk tetap. Hanya bagian belakang bisa ditambah dan ditingkatkan. 

Terkait ini arsitek perencanaan rumah Ijen No 45, Honggo Widjaja mengatakan awalnya bagian depan (Facade) rumah akan dibuat struktur baru. 

"Karena tadi rekomnya tidak diperbolehkan maka kami akan taat. Kami akan buat di bagian belakangnya saja" tegas Honggo.

Meski begitu Rumah Ijen No 45 ini, saat Malang Post melihat ke lokasi belum terjadi pembangunan apapun. Pembahasan rekomendasi ini dilakukan sejak awal 2019 ini. Menurut informasi yang didapat tidak ada kabar lagi dari pemilik bangunan ketika hendak melakukan pembahasan lebih lanjut hingga kini.

Sementara itu beberapa rumah di Ijen Boulevard memang masih terlihat kuno dan klasik. Utamanya sepanjang Ijen Boulevard. Akan tetapi ada pula rumah-rumah kuno yang sebenarnya juga memiliki ciri khas rumah zaman kolonial.

Meski begitu beberapa ada yang sudah diubah atau menjadi cafe. Di Terusan Ijen, rumah kuno berubah menjadi Toko Sepatu, Rumah Makan Burger, ataupun terbengkalai setelah dijadikan tempat usaha salah satu artis ibu kota.

Disamping rumah dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen No 2 pun sebelumnya pernah terdapat rumah klasik. Meskipun tidak masuk ke Jl Ijen Boulevard, rumah kuno itu sempat mengundang perhatian publik karena hancur lebur dan saat ini menjadi salah satu toko gadget handphone.(ica/ary)

Editor : Ary
Uploader : silumansupra
Penulis : ica
Fotografer : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU