Tolak Tempat Hiburan Dekat Kampus, Mahasiswa Datangi Gedung Dewan

  • 19-09-2019 / 17:56 WIB
  • Kategori:Malang
Tolak Tempat Hiburan Dekat Kampus, Mahasiswa Datangi Gedung Dewan Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Koordinator Komisariat Widyagama Malang mendatangi Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (19/9).

 

MALANGPOSTONLINE.COM - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Koordinator Komisariat Widyagama Malang mendatangi Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (19/9). Mereka melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menindak tegas tempat hiburan malam yang terletak di lingkungan kampus.

Koordinator Aksi, Idris Efendi mengungkapkan, sebagai kota pendidikan, Kota Malang masih memiliki banyak tempat hiburan. Hal tersebut dinilai tidak seharusnya dilakukan sebab Kota Malang memiliki banyak mahasiswa. "Apalagi, tempat hiburan tersebut banyak yang terletak di sekitar kawasan pendidikan, tempat ibadah hingga tempat pelayan masyarakat. Ini bisa mencoreng citra Kota Malang," terang dia.

Dalam aksinya tersebut, mereka meminta Pemkot Malang untuk meninjau atau audit izin dan operasional tempat hiburan malam. Serta, meminta Pemkot Malang untuk menindak tegas tempat hiburan malam yang ada pemandu karaokenya. 

"Kami mengecam tempat hiburan malam yang meresahkan dan menganggu aktivitas masyarakat. Serta, kami juga meminta Pemkot Malang untuk mencabut izin operasional tempat hiburan malam, utamanya yang terletak di kawasan pendidikan, tempat ibadah dan tempat pelayan masyarakat," papar dia.

Aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut kemudian ditemui oleh jajaran anggota DPRD Kota Malang. Diantaranya Wakil Ketua III Sementara DPRD Kota Malang Rimzah, Wakil II Ketua Dewan Sementara Asmualik dan perwakilan Fraksi Golkar, Nasdem dan PSI, Suryadi.

"Kami sempat melakukan diskusi dan dialog terhadap apa yang menjadi aspirasi. Kami menyambut baik dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh mereka," kata Suryadi.

Pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut setelah pelantikan dan agenda pembentukan DPRD Kota Malang telah selesai. "Baru tuntutan ini akan menjadi rekomendasi khusus dan kajian mendalam juga di komisi, yang memang fokus mengkaji persoalan ini," beber dia.

Terkait aspirasi tesebut, jika izin usaha, baik dalam sistem operasional maupun tempat hiburan malam yang berada di Kota Malang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, akan ditindak tegas. "Jika tidak sesuai dan tidak tertib, apalagi tidak mengindahkan, perlu ditindak tegas," jelas dia.

Sebagai salah satu bentuk komitmen, Pemkot Malang telah memiliki kebijakan khusus terhadap tempat hiburan malam. Setiap menjelang bulan ramadan, mereka rutin melakukan sidak ke beberapa tempat. "Hal ini untuk mewujudkan visi Kota Malang yang bermartabat dan berwibawa. Kami berharap, segala lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerjasama untuk kontrol sosial,," tandas dia.

Dia juga berharap kepada para mahasiswa yang berniat menimba ilmu di Kota Malang untuk fokus belajar dan tidak mengubah gaya hidup. Sebab, kehadiran diskotik dan hiburan malam berpotensi untuk menstimulasi gaya hidup remaja yang ada. "Belajarlah dengan tekun, banyak berdiskusi, baca buku dan interaksi dengan masyarakat," pungkas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU