Beri Pelatihan Tahfidz Balita, Pemkot Malang Bikin Program One RW One Hafidz

  • 20-09-2019 / 13:39 WIB
  • Kategori:Malang
Beri Pelatihan Tahfidz Balita, Pemkot Malang Bikin Program One RW One Hafidz

MALANG-Sebanyak 160 orang guru tahfidz balita diberi pelatihan intensif fasilitator tahfidz balita level 3, Jumat (20/9). Para guru yang berasal dari Aceh, Makassar, Jawa Tengah, Jawa Timur dan kawasan lain ini akan belajar mengenai metode tabarok untuk memudahkan balita menghafal Al-Quran, dengan menghadirkan penemu metode tabarok, Dr. Kamil El Leboody.

Pembina Yayasan Rumah Tafidz Balita dan Anak (Rutaba) Indonesia, Alwi Hidayat mengungkapkan, kegiatan tersebut akan digelar selama tiga hari dengan berbagai macam pelatihan. "Metode ini akan digunakan untuk mengajarkan balita menghafal Al-Quran. Level 3 kali ini, mengajarkan mereka menghafalkan Jus 1 dan 2," terang dia kepada Malang Post.

Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharap, mampu menciptakan guru-guru tahfidz di berbagai daerah. Sehingga, bisa menularkan ilmunya kepada anak-anak dan menciptakan hafidz baru. "Kami berharap, semua guru yang ada disini bisa menyebar ke daerah masing-masing. Sehingga bisa mengajarkan anak-anak menjadi hafidz Al Quran," jelas dia.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji berharap, dengan berbagai ilmu tersebut, bisa menambah jumlah guru tahfidz dan mengembangkan ilmu tabarok. Sehingga, bisa dikembangkan dengan program yang dicanangkan, yakni 1 RW 1 Hafidz. 

"Kita memiliki potensi. Hampir di setiap surau, langgar, mushola dan masjid masjid telah memiliki serta membuka Taman Pendidikan Quran (TPQ). Itu yang harus dikuatkan. Pemkot Malang beserta Kementerian Agama RI di Malang akan menseriusi program 1 RW 1 hafidz," terang dia.

Menurutnya, kegiatan twrsebut bisa memberikan kontribisi positif. Apalagi, dengan metode baru yang memudahkan balita dan anak-anak untuk belajar menghafal Al-Quran. "Metodelogi penghafalan Al Quran harus terus di dorong. Sebab, ini yang menghantarkan Islam yang kaffah," kata dia.

Dia menambahkan, pendidikan tersebut dinilai penting. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi masa depan mereka. "Maka bingkai mereka (anak anak) dengan Al Qur an. Namun juga perlu saya pesankan, dogma yes tapi yang utama adalah mampu membumikan sehingga menjadi perilaku yang baik," tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU