Resmikan UKS, Walikota Minta Disdik Punya Rekam Jejak Siswa

  • 21-09-2019 / 15:44 WIB
  • Kategori:Malang
Resmikan UKS, Walikota Minta Disdik Punya Rekam Jejak Siswa

MALANG- Bimbingan Konseling (BK) diperlukan ada di tiap-tiap sekolah dan institusi pendidikan di Kota Malang. Hal ini dapat dipadukan dalam program sekolah yakni Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan ini di sela persemian UKS Islam Terpadu Insan Permata Kota Malang siang tadi.

Peran BK, lanjutnya harus dihidupkan dan dikuatkan. Kalau dulu BP atau BK hanya dipersepsikan untuk menangani siswa siswa bermasalah (bandel, red), maka era kini seorang BK (konselor) harus jadi jembatan untuk menggali lebih dalam dan menghantarkan potensi yang dimiliki masing masing siswa.  

“Karena itu saya perintahkan Diknas (Dinas Pendidikan,red) untuk memiliki rekam jejak anak didik pada masing masing lembaga pendidikan,” ungkapnya. 

Hal ini menyangkut rekam prestasi, potensi hingga masalah apa yang dihadapi atau muncul. Ia menegaskan lagi betapa pentingnya membangun potensi karakter seorang anak bagi penyiapan generasi unggul. 

Hal ini diharapkannya dapat terus dikembangkan sekolah-sekolah di Kota Malang. Ditegaskannya upaya ini termasuk dalam cita-cita pembangunan Kota Malang yakni mewujudkan pendalam pendidikan karakter sejak dini. 

"Saya tidak akan bosen bicara ini (pendidikan karakter). Karena ini penting pembangunan kota tidak melulu fisik. Pendidikan adalah investasi jangka panjang memang baru terlihat 5 - 10 tahun ke depan,” tegas Sutiaji. 

Untuk dapat menggapainya, lanjut pria yang gemar membaca buku filsafat ini, maka  pendidikan karakter non calistung (baca tulis menghitung) menjadi bagian penting didalamnya. Termasuk peran UKS dan BK (Bimbingan Konseling).

Sementara itu, Ir Ludfi Djakfar ,Ketua Yayasan Insan Permata menegaskan komitmennya mendukung program pendidikan Kota Malang termasuk pendidikan karakter. 

" Kami memiliki 940 anak didik,  dari Paud sampai dengan SMP,  serta 180 guru dan staf. Dan dari segi kurikulum pengajaran kami tetap berpedoman pada kurikulum Diknas,  namun dipadu dengan pendidikan islami,” tegas pria Guru Besar Fakultas Teknik UB. 

Ditambahkannya,  SIT insan Amanah juga menampung anak anak berkebutuhan khusus (inklusif), sebanyak 7 siswa PAUD,  26 siswa SD dan 1 SMP. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU