Massa Semakin Banyak, Ini Tuntutan Ribuan Mahasiswa di Malang

  • 23-09-2019 / 12:28 WIB
  • Kategori:Malang
Massa Semakin Banyak, Ini Tuntutan Ribuan Mahasiswa di Malang Ribuan mahasiswa menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Malang dengan menempel spanduk dan poster di pagar gedung dewan.

MALANG - Aksi demonstrasi yang dilakukan ribuan mahasiswa di Kota Malang masih bertahan di depan gedung DPRD Kota Malang. Mereka yang mengenakan pakaian serba hitam itu tak gentar menyuarakan berbagai tuntutannya, mulai dari RUU KUHP, UU KPK, RUU P-KS dan lainnya. Semakin siang, jumlah mahasiswa yang datang ke gedung dewan semakin banyak.

Massa aksi tersebut melibatkan banyak organisasi kampus dan non kampus, ada sekitar 26 organisasi yang tergabung dalam Front Rakyat Melawan Oligarkhi itu antara lain,

HMI Psikologi UMM, HMI Unitri, HMI Korkom ITN dan lainnya. Sementara, massa laimnya berasal dari Malang Corruption Watch (MCW), GMNI, HMI, BEM Unisma, BEM FISIP UB, GMKI, BEM Malang Raya, Persatuan Pekerja Korban PT Freeport Indonesia (P2KFI) dan masih banyak lagi. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 09.00.

Koordinator Lapangan, Reni Eka Mardiana mengungkapkan, dalam aksi tersebut, setidaknya ada 26 organisasi yang terlibat. Ada beberapa poin tuntutan yang diutarakan, diantaranya, RUU Pertanahan yang dianggapnya memberangus hak-hak rakyat dan pro investor, UU Sumber Daya Air yang dinilai melegitimasi sumber daya air, RUU P-KS, UU KPK yang telah disahkan dan dinilai melemahkan penindakan kasus korupsi, RUU KUHP dan lainnya.

"Ini gerakan yang kami lakukan di daerah untuk memberikan semangat kepada para teman-teman mahasiswa yang melakukan aksi di Jakarta dan Yogyakarta. Agar semangat mereka tidak kendor untuk menyuarakan aspirasinya," terang dia di sela-sela aksi.

Aksi tersebut juga diharapkan mampu menimbulkan reaksi dari berbagai pihak agar tuntutan mereka didengar. "Kami berharap, apa yang kami suarakan bisa ditindaklanjuti," tegas dia.

Massa yang melakukan aksi tersebut membawa beberapa tulisan. Diantaranya "Gedung ini Jadi Warung Pecel," "Hutan Terus Dibakar, Demokrasi Terus Ditenggelamkan," "DPR Untuk Siapa? Menolak RUU KUHP," dan masih banyak lagi. Sembari berorasi, mereka sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka.(tea/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU