Aksi Mahasiswa Bubar, Ini yang Tersisa di Gedung Dewan

  • 23-09-2019 / 15:32 WIB
  • Kategori:Malang
Aksi Mahasiswa Bubar, Ini yang Tersisa di Gedung Dewan Aksi corat coret di tembok penanda gedung DPRD Kota Malang yang tersisa, usai aksi ribuan mahasiswa di depan gedung DPRD Kota Malang.

MALANG - Aksi massa yang menghitam di depan Gedung DPRD Kota Malang telah membubarkan diri sejak pukul 13.00. Usai bubar, terlihat aksi vandalisme yang mencorat-coret tembok penanda gedung dewan dengan cat semprot dan spidol. Dengan huruf balok dan menggunakan pillox hitam, ada seorang oknum yang membubuhkan tulisan "GOBLOK" dan beberapa tulisan menggunakan spidol.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengungkapkan, hal tersebut merupakan bentuk ekspresi yang dilakukan agar didengar hingga tingkat nasional, hanya saja mengapa melalui aksi vandalisme.

 "Kami menghargai itu. Tidak mengerti juga maksudnya tulisan itu ditujukan untuk apa dan siapa. Yang jelas kami tidak seperti yang mereka tuduhkan," jelas dia.

Meski demikian, pihaknya akan melakukan upaya untuk menghilangkan tulisan tersebut dengan membersihkannya. Menurutnya, hal tersebut juga dinilai merugikan masyarakat. "Kalau ada tulisan seperti itu, siapa yang dirugikan? Ya masyarakat. Berapa uang APBD yang harus dikeluarkan untuk membersihkan itu," jelas dia.

Menurutnya, oknum yang membubuhkan tulisan tersebut juga dinilai kurang memiliki kedewasaan. Padahal, dalam menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan cara berdiskusi. "Perwakilannya bisa datang dan lakukan audiensi dengan kami. Kami selalu terbuka untuk diskusi," lanjut dia.

Made menambahkan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mendatangi aksi massa tersebut. Namun, para mahasiswa menolak untuk bertemu dengan pimpinan dewan. "Sebab, aksi mereka ditujukan untuk nasional. Tidak ada tuntutan untuk kami yang ada di daerah," tegas dia. (tea/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU