UPDATE NOW
UPDATE NOW

Masih Lewat, Dishub Peringatkan Bahaya Truk Masuk Jembatan Muharto

  • 02-10-2019 / 15:40 WIB
  • Kategori:Malang
Masih Lewat, Dishub Peringatkan Bahaya Truk Masuk Jembatan Muharto Masih diperbaiki, masih ada kendaraan bermuatan berat masuk.

MALANG - Pemkot Malang mewanti-wanti pengendara yang hendak melintasi kawasan Jembatan Muharto. Hal ini ditegaskan menyusul adanya perbaikan jembatan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) disana.

Dikatakan kendaraan besar baik truk maupun bus dengan tonase lebih dari 3 ton diminta untuk tidak melintasi Jembatan Muharto. Meski begitu masih ada kendaraan berat masuk kawasan ini meski telah dianjurkan untuk tidak masuk.

Menurut pemantauan Malangpostonline.com kendaraan bermuatan berat seperti truk pasir hingga kendaraan bermuatan barang besar juga kerap masih melewati jembatan. Tadi sekitar pukul 11.00 WIB beberapa kendaraan bermuatan besar dialihkan beberapa petugas yang berjaga. Akan tetapi ketika malam dan penjagaan kurang kendaraan bermuatan besar kerap masuk. 

Hal ini membahayakan pasalnya kondisi struktur jembatan yang mulai rapuh karena korosi, membuat kapasitas menyangga beban jadi terbatas. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Priyanto belum menegaskannya belum lama ini. 

Ia mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemasangan separator agar sisi jembatan tidak dilintasi kendaraan berat. 

“Pemasangan separator 1,5 meter dari trotoar sebagai pembatas kendaraan yang akan melewati jembatan. Kami menegaskan, kendaraan besar seperti truk, bus, atau tronton yang muatannya melebihi 3 ton dilarang untuk melewati Jembatan Muharto,” tegasnya.

Pemasangan tersebut dilakukan usai Tim Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan melakukan tinjauan lapangan Jembatan Muharto. 

“Hasil rapat Forum Lalin, dan dari paparan dari DPUPR Kota Malang berdasarkan hasil kajian uji forensik Universitas Brawijaya terkait Jembatan Muharto, kondisi jembatan ada penurunan,” terangnya.

Hal ini menyebabkan kendaraan yang bermuatan berat akan membahayakan bila memasuki kawasan jembatan ini. Maksimal kendaraan yang bisa lewat tonase maksimal 3 ton seperti pikup dan kendaraan kecil lainnya tambah Handi. 

Ia kemudian menambahkan pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas sementara hingga ada perbaikan jembatan. 

“Sepanjang jembatan belum diperbaiki, maka untuk sementara Dishub dan Satlantas Polresta Malang akan melakukan rekayasa di jembatan tersebut,” tutur mantan Kepala Bakesbangpol Kota Malang ini. 

Salah satu yang dilakukan yakni dengan memasang rambu truk dan bus dilarang melintas, rambu batas tonase, serta pemasangan patok dan separator pembatas. 

 “Untuk saat ini Tim Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan melakukan pengawasan dengan membatasi kendaraan yang akan melintasi Jembatan Muharto,” pungkasnya. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU