Hapalkan! 5 Tanda Bahaya Olahraga

  • 08-10-2019 / 11:36 WIB
  • Kategori:Malang
Hapalkan! 5 Tanda Bahaya Olahraga BERBAGI ILMU: dr. Nanang Tri Wahyudi Sp.KO menyampaikan paparan kepada peserta seminar Emergency in Sport Injury. 

Malangpostonline.com - Hapalkan tanda-tanda ini saat berolahraga. Bila Anda merasakan salah satu atau bahkan lebih, segera hentikan aktivitas olahraga karena bisa berbahaya hingga menghilangkan nyawa. Demikian disampaikan dr. Nanang Tri Wahyudi Sp.KO dalam Seminar Emergency in Sport Injury hasil kerjasama Malang Post dan Persada Hospital.

Tanda pertama adalah berdebar-debar. Bila jantung mulai terasa berdebar, waspada lah. Jangan memaksakan diri meski waktu atau jarak olahraga Anda tinggal sedikit. "Yang sering terjadi, olahragawan atau atlet memaksakan diri menyelesaikan olahraga karena merasa gengsi untuk berhenti. Apalagi kalau olahraga bareng teman-teman yang sering bilang "Ah, tinggal sedikit lagi, ayo terus saja". Padahal berdebar-debar itu sudah tanda bahaya," kata dr. Nanang Tri Wahyudi Sp.KO.

Tanda kedua adalah sesak napas. Menurut dr. Nanang, bila sampai merasa sesak napas, berarti ada gangguan di jantung. Ia menjelaskan, jantung harusnya memompa dan membuka, tapi saat olahraga dipaksakan untuk tetap dilakukan, jantung dipacu dengan lebih cepat, sehingga tidak bisa memompa-membuka dengan normal. 

Tanda bahaya ketiga dan keempat adalah pusing dan keringat dingin. Bila olahragawan merasakan keringat dingin menunjukkan sirkulasi jelek di mana udara tidak mengalir optimal di seluruh tubuh. 

Tanda bahaya kelima yang harus diwaspasai adalah nyeri yang bertambah parah. Menurut dr. Nanang, sebenarnya nyeri adalah berkah dan alarm langsung dari Tuhan. "Karena kita bisa merasakan nyeri yang menjadi tanda ada sesuatu yang tidak benar di dalam tubuh," ujarnya. 

Selama ini, kata dr. Nanang, sering ada idiom di kalangan atlet "no pain no gain". Kalau mau jadi atlet sukses ya harus kuat dan mampu menahan sakit atau nyeri, padahal ada nyeri yang wajib diwaspadai. Atlet, pelatih dan guru olahraha harus memahami nyeri itu disebabkan karena kecapaian saja atau jangan-jangan ada yang bermasalah.

"Saat merasakan nyeri lutut ketika berlari, jangan memaksakan diri. Meski jarak tinggal 500 meter misalnya. Berbahaya, hentikan saja larinya," tegas dr. Nanang. (han/Malangpostonline.com)

Editor : Dewi Yuhana
Uploader : irawan
Penulis : hana
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU