Mantapkan Angkot Online, Pemkot Malang Akan Lakukan Sistem Zonasi

  • 08-10-2019 / 17:02 WIB
  • Kategori:Malang
Mantapkan Angkot Online, Pemkot Malang Akan Lakukan Sistem Zonasi

Malangpostonline.com - Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan membuat angkutan kota (angkot) berbasis online. Untuk memantapkan rencana tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah melakukan sosialisasi kepada sopir angkot. 

Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto sudah mendatangi Kota Bekasi yang sudah menerapkan sistem angkot online tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan yang dilakukan, beberapa penumpang dan sopir merasa lebih diuntungkan.

"Saya sempat bertanya kepada penumpang. Mereka mengaku mendapatkan kemudahan dalam mengakses transportasi. Selain itu, biayanya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan angkutan ojek online," terang dia ketika ditemui Malangpostonline.com, Selasa (8/10).

Selain itu, Wasto juga sempat bertanya kepada sopir angkutan umum terkait trayek dan jumlah pendapatan yang didapatkan. Peningkatannya, bisa sekitar dua kali lipat dari biasanya. Bahkan, melalui amgkot online itu, trayek angkot yang perlahan mati, bisa mulai dibangkitkan kembali. "Dari 85 trayek angkot, ada yang perlahan-lahan mulai sepi penumpang. Dengan sistem baru tersebut, pelan-pelan mulai bangkit dan kembali diburu penumpang," jelas dia. 

Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, pihaknya kemudian meminta Dishub Kota Malang untuk merumuskan konsep yang akan disosialisasikan kepada sopir angkot. "Saat ini, Dishub sudah mulai memanggil ketua asosiasi sopir angkot. Secara keseluruhan, ada lebih dari 1.000 sopir," papar dia. 

Terkait trayek yang akan diberlakukan, saat ini, pihaknya masih melakukan kajian terhadap sistem zonasi yang telah ditetapkan. "Nanti, kami akan lakukan kajian. Angkot mana saja yang trayeknya masih dalam satu zona wilayah, nanti akan dijadikan satu zonasi. Nanti dilihat juga radiusnya," papar dia.

Nantinya, jika penumpang angkot tersebu harus transit (oper angkutan) dan tidak keluar dari satu zonasi, maka akan dikenakan biaya Rp 3.500 sekali jalan. "Rencananya akan kami terapkan begitu.  Nanti akan kami kaji ulang," tandas dia. 

Wasto menambahkan, saat ini, sudah ada salah satu perusahaan aplikasi, yakni Tron yang berasal dari Jakarta memberikan penawaran secara gratis kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Untuk penerapannya, kata Wasto, tergantung kesiapan dari sopir angkot. Paling lambat, bisa dilakukan pada tahun 2020 mendatang. "“Lebih cepat, lebih baik," pungkas dia. (tea/Malangpostonline.com

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU