Target Naik, BP2D Butuh Banyak Tenaga

  • 10-10-2019 / 18:15 WIB
  • Kategori:Malang
Target Naik, BP2D Butuh Banyak Tenaga Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi

Malangpostonline.com - Tahun 2020 mendatang, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang naik. Jika tahun ini berada di angka Rp 501 miliar, tahun depan akan naik sebesar Rp 119 miliar menjadi Rp 620 miliar. Untuk itu, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) membutuhkan dukungan SDM untuk mencapai target realisasi.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi mengungkapkan, besaran target tersebut menjadi sorotan. Utamanya, terkait kebutuhan SDM yang memadai. "Dengan target yang naik, tentunya dukungan SDM dibutuhkan, disamping peningkatan infrastrukturnya," ungkap dia setelah hearang Rancangan APBD TA 2020 di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (10/10).

Pada kesempatan tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyayangkan bahwa selama ini masih banyak posisi staf maupun pejabat struktural yang tidak terisi personil. “Rupanya, SDM masih banyak yang kosong. Padahal, butuh tenaga yang luar biasa. Kalau tenaga biasa jangan ditempatkan di badan ini,” tegas dia.

Untuk itu, ia menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk segera mengisi posisi kososng tersebut. Selain itu, juga meminta untuk memaksimalkan kinerja Tenaga Pendukung Opeasional Kegiatan (TPOK). Sebab, selama ini ada 76 TPOK yang bekerja di badan yang akan berganti nama menjadi Bappenda ini.

"Saran kami tentu segera diisi yang kosong. Juga teman-teman tenaga terampil TPOK mudah-mudahan regulasi pemerintah pusat tidak menghilangkan mereka. Karena mereka itu motor di lapangan dan motor di IT," papar dia.

Selain membahas terkait SDM, dalam hearing tersebut pihaknya juga mengkritisi target kenaikan yang telah dirancang. Ada sembilan pajak daerah yang akan dihimpun dan dikritisi satu persatu. “Kami optimis target tersebut tercapai. Dewan juga sepakat mendorong peningkatan penerimaan pajak daerah," papar dia.

Arief menilai, untuk mendongkrak target penerimaan, ia juga memaksimalkan sinergi dengan dinas lainnya. Ia mencontohkan, saat ini BP2D tengah bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Infromatika (Diskominfo) untuk melakukan upgrade sistem IT perpajakan. “Jadi, tidak bisa berdiri sendiri. Kalau masih menggunakan sistem jadul, akan susah untuk mencapai target tinggi. Untuk itu, perlu bergerak bersama Kominfo agar pendapatan bisa maksimal,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto menambahkan, pihaknya optimis dapat memaksimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak pada 2020 mendatang. Termasuk memenuhi target pendapatan daerah Rp 620 miliar. "Siap nggak siap harus siap. Kami juga terus berupaya melakukan sosialisasi dan mengajak WP menggunakan sistem online. Baik itu e-tax, e-BPHTB dan lain-lain," papar dia.

Saat ini, BP2D juga telah memberikan kemudahan bagi WP untuk menyampaikan laporan perpajakannya, yakni SAMPADE. “Ini akan kami optimalkan. Sehingga, bisa terintegrasi dengan sistem online banking. Aplikasi ini dapat diakses kapan pun dan di mana pun melalui gadget, real time selama 24 jam," tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU