Lawan Diskriminasi, Tiong Hoa Ie Sia Sempat Merugi Besar

  • 21-10-2019 / 20:33 WIB
  • Kategori:Malang
Lawan Diskriminasi, Tiong Hoa Ie Sia Sempat Merugi Besar Penulis Buku Puji Widhi Bhakti Pertiwi Sejarah Tiong Hoa Ie Sia cikal bakal sejarah RS Panti Nirmala Ravando membagikan cerita menulisnya.

Malangpostonline.com - Sejarah Tiong Hoa Ie Sia sebuah poliklinik cikal bakal RS Panti Nirmala dikupas habis. Nyatanya sejarah poliklinik menjadi salah satu RS besar di Kota Malang lebih daripada perjalanan poliklinik hingga menjadi rumah sakit. Menjadi saksi mata sejarah perjuangan 45, hampir mati karena rugi besar hingga melawan paham diskriminasi pada saat itu.

Penulis Buku Puji Widhi Bhakti Pertiwi Sejarah Tiong Hoa Ie Sia, Ravando Lie Ph.D., Cand menjelaskan salah satunya sebelum menjadi rumah sakit, Tiong Hua Ie Sia merupakai poliklinik yang dibuat untuk melawan paham diskriminasi.

"Sejak tahun 20 an, Masyrakat Tionghoa juga mereka yang pribumi mendapatkan perlakuan diskriminasi. Sering tidak dilayani. Saat itu rumah sakit besar hanya RSU (Rumah Sakit Umum) dan RKZ," tegasnya.

Saat itulah kelompok Tionghoa memiliki pemikiran. Khususnya seorang dokter keturunan Tionghoa dr Liem Ghik Djang yang berpraktek di Surabaya kemudian pindah ke Malamg mengumpulkan kelompoknya. Dan sepakat hendak membuat sebuah poliklinik.

Berdirilah kemudian poliklinik Tiong Hoa Ie Sia di kawasan Pecinan yakni Jalan Pasar Besar pada Oktober 1929. Ruanganmya dulu bermula dengan ukuran 4x4 meter saja. Dan dipimpin pertama oleh Tan Hok Wan.

Seiring berjalannya waktu sampai April 1930 poliklinik ini memiliki pasien sebanyak 337 orang. Setiap harinya satu sampai 2 orang datang berobat. Pada saat itu poliklinik ini memang diperuntukan bagi warga pribumi dan mereka yang tidak mampu.

"Saking seringnya menggratiskan pelayanan. Klinik ini akhirnya merugi besar. Akhirnya saat itu jurnalis dan media yang peduli mengajak filantropis-filantropis untuk membantu," jelas Ravando.

Disini kemudian penggalangan dana dilakukan. Salah satunya dengan cara membuat pentas seni. Kemudian poliklinik bisa berjalan lagi.

Hal yang menarik lagi, Tiong Hoa Ie Sia juga menjadi saksi sejarah perjuangan. 

Di perang 10 November, menjadi tempat penampungan pengungsian. Lalu pada masa agresi belanda I , gedung poliklinik yang sudah berpindah ke Kebalen, juga menjadi sasaran bumi hangus. Hanya saja tidak sampai rubuh atau hancur.

"Kemudian pada tahun 65 an. Saat masa G30S PKI nama nama asing sensitif untuk dimunculkan. Jadi poliklinik Tiong Hoa Ie Sia akhirnya diganti nama menjadi Panti Nirmala," tandasnya.

Bedah Buku ini dihadiri kaum mudi mudi berbagai komunitas. Tokoh Tionghoa juga ikut hadir seperti Bunsu Anton dari Klenteng En Ang Kiong. 

Buku ini pun dibuat untuk memperingati 90 tahun berdirinya RS Panti Nirmala. Yang tepatnya jatuh pada 1 Oktober 2019 ini. (ica/Malangpostonline.com )

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU