Masa Depan dan Potensi KEK Singhasari (2)

Buka Lapangan Pekerjaan, Perkuat Bali Baru di Jatim

  • 22-10-2019 / 00:15 WIB
  • Kategori:Malang
Buka Lapangan Pekerjaan, Perkuat Bali Baru di Jatim Azka Subhan

KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari diharapkan memberi sederet manfaat. Mulai dari meningkatnya penanaman modal hingga ketersediaan lapangan pekerjaan baru. Selain Kabupaten Malang kian ber­kembang, KEK Singhasari juga dapat memberi manfaat untuk Kota Malang dan Kota Batu.  Bahkan membawa dampak bagi Jawa Timur.

Secara perspektif ekonomi, KEK Singhasari merupakan sumber perekonomian baru. Jika   dibandingkan dengan kegiatan ekonomi berbasis komoditi atau berbasis sektor industri, maupun pertanian, menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Malang Azka Subhan, KEK relatif merupakan hal baru.

Dalam diskusi rutin di Malang Post, Azka menyampaikan, selalu ada cara dan kesempatan untuk memperbaiki dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Saat dihadapkan pada situasi  yang krisis selalu ada opportunity (kesempatan). Nah, (KEK) ini bagian dari opportunity untuk mem-booster pembangunan ekonomi lebih baik,’’ paparnya.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk perbaikan ekonomi. Di antaranya melalui ekspor, bisa juga lewat investasi ataupun konsumsi. Dari sisi investasi, Kabupaten Malang mendapatkan berkah dan anugerah dengan adanya KEK. “Perspektif KEK tidak hanya di Kabupaten Malang, tapi juga Kota Malang dan Kota Batu,’’ tambah Azka.

Secara tempat KEK Singhasari berada di wilayah Kabupaten Malang, namun SDM pendukungnya, kata Azka,  banyak berada di Kota Malang. Keberadaan KEK pun tak  menutup kemungkinan dinikmati warga Kota Batu.

Sektor pariwisata yang menjadi salah satu fokus konsep KEK Singhasari, menurut Azka sebetulnya bukan hal yang baru-baru amat. Namun karena kondisi ekspor Indonesia saat ini stagnan, impornya juga ketat, maka salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi bisa melalui sektor pariwisata lewat keberadaan KEK ini.

Lebih lanjut Azka menguraikan, terdapat sejumlah peluang pengembangan KEK Singhasari.

Pertama, meningkatnya penanaman modal. Hal tersebut penting mengingat realisasi penanaman modal asing bidang pariwisata di Jatim hampir tak ada.  Investasi bidang pariwisata, ungkapnya, 90 persen masuk Bali dan Jakarta. Sementara 10 persen sisanya terbagi untuk seluruh provinsi lain. “Kenyataannya, investor masih memandang dan mempertimbangkan Malang sama dengan daerah lain, yaitu di kolam 10 persen lain di luar Jakarta dan Bali,” ungkapnya.

Peluang kedua, yakni percepatan perkembangan daerah. Dengan adanya dukungan dari  Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di KEK Singhasari, Kabupaten Malang akan mencetak tenaga–tenaga profesional tersertifikasi berskala internasional. Dari Malang untuk Indonesia. Selain itu, KEK Singhasari akan memangkas disparitas Jawa utara–Jawa selatan.

Peluang ketiga, lanjutnya, adanya lapangan pekerjaan. Pariwisata, ekonomi kreatif dan ekonomi digital  adalah perpaduan sinergi yang mempunyai potensi pengembangan ekonomi luar biasa dan berdampak langsung terhadap masyarakat. KEK Singhasari diharapkan akan banyak membuka lapangan kerja yang ditargetkan mampu menyerap sebanyak 11.500 tenaga kerja. Tahap pembangunan KEK ini dibagi menjadi tiga tahapan, yakni 0-3 tahun, 3-8 tahun, dan 8-15 tahun.

 “Pariwisata berbasis budaya juga menjadi peluang pengembangan KEK Singhasari. Pembangunan ekonomi seiring dan sejalan dengan pembangunan budaya luhur nusantara,” jelas Azka. Peluang lainnya adalah optimalisasi kegiatan industri. Yakni, optimalisasi UMKM Malang Raya menuju industri yang berdaya siang nasional dan global.

Namun demikian, peluang pengembangan KEK Singhasari  ini harus didukung infrastruktur penghubung atau akses ke lokasi yang memadai. Misalnya, pengembangan Bandara Abd Saleh, perbaikan fasilitas stasiun KA Singosari, perbaikan jalan arteri primer Surabaya-Malang, dan jalan tol Pandaan Malang.

Di bidang pariwisata, keberadaan KEK Singhasari sangat strategis dalam mendukung Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) BromoTengger Semeru. Saat ini DPP tersebut dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ dan menjadi ikon pariwisata Jatim

Sementara itu, Camat Singosari Ba­gus Sulistyawan punya harapan besar keberadaan KEK mampu mengurangi angka pengangguran di wilayah Kabupaten Malang, khususnya di Singosari. ”Kami berharap masyarakat Singosari tidak hanya menjadi penonton, tapi terlibat dan dilibatkan dalam KEK,’’ ungkapnya.

Dia mengakui keberadaan KEK akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tentu berpengaruh juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga menurut Bagus, keberadaan KEK  dapat mengentaskan atau mengurangi angka kemiskinan. ”Salah satu program pemerintah Kabupetan Malang adalah mengentaskan kemiskinan. Adanya KEK ini berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi, sehingga angka kemiskinan pun akan turun,’’ ungkapnya.

Begitu juga untuk sektor wisata. Menurut dia, dengan perencanaaan yang sangat matang, maka akan berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang. (ira/van/bersambung

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : ira
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU