Realisasi Masih 73 Persen, Dinas Perdagangan Terus Genjot Pendapatan

  • 23-10-2019 / 12:54 WIB
  • Kategori:Malang
Realisasi Masih 73 Persen, Dinas Perdagangan Terus Genjot Pendapatan Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto

Malangpostonline.com - Memasuki bulan kesepuluh tahun 2019, realisasi retribusi passr mencapai 73 persen. Mengejar sisanya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang terus berupaya untuk menerapkan sistem e-retribusi di seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Malang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan, tahun ini, target retribusi pasar tradisional berkisar Rp 5,7 miliar. “Memasuki bulan kesembilan, targetnya sudah mencapai 73 persen. Setiap bulannya, realisasinya sudah melebihi dari target bulanan yang ditentukan,” terang dia kepada Malangpostonline.com, Rabu (23/10).

Meski hanya tinggal dua bulan lagi, pihaknya optimis, target retribusi pasar bisa tercapai. Saat ini, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya. “Salah satunya, dengan program ekstensifikasi. Mulai minggu ini, di Pasar Blimbing, e-retribusi dinerlakukan. Alat EDC sebagai penunjang sudah dikirimkan,” jelas Wahyu.

Dengan begitu, hampir seluruh pasar tradisional di Kota Malang sudah menerapkan sistem tersebut. Hanya tinggal dua pasar saja yang belum menerapkan sistem e-retribusi, yakni Pasar Besar dan Pasar Madyopuro. “Saat ini, alatnya masih terbatas. Padahal, beberapa pedagang sudah membuka rekening dan menerima kartu ATM. Kami akan segera mengirimkan surat pengajuan untuk pengadaan alat EDC,” papar dia.

Wahyu berharap, kedua pasar tersebut bisa segera menerapkan sistem e-retribusi dengan segera. Dengan begitu, para pedagang mudah untuk melakukan pembayaran retribusi yang berkisar antara Rp 500 hingga Rp 5 ribu per hari itu. “Besaran retribusi tergantung dari lusnya lapak. Sejauh ini, pedagang sudah rajin melakukan pembayaran,” jelas dia.

Selain itu, Wahyu optimis, perolehan retribusi pasar bisa meningkat seiring dengan revitalisasi empat pasar yang telah selesai. “Bisa dipastikan ada pembangunan empt pasar. Otomatis perolehan retribusi nanti akan lebih besar,” papar dia.

Setelah target tersebut tercapai, pda tahun 2020 mendatang, Disdag harus siap dengan target capaian yang lebih tinggi lagi. Meski demikian, Wahyu tetap optimis berapapun target angka yang ditentukan, bisa tercapi. “Tahun depan, kami juga akan melakukan revitalisasi beberapa passr. Ini sedang kami lakukan permohonan kepada kementrian untuk dananya,” tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU