70 Lukisan Hias Balai Kota Malang

  • 31-10-2019 / 17:51 WIB
  • Kategori:Malang
70 Lukisan Hias Balai Kota Malang

Malangpostonline.com - Suasana Balai Kota Malang berbeda, Kamis (31/10). Sebanyak 70  karya seni yang berupa kartun menghiasi lobby gedung tersebut. Hasil karya seni tersebut kebanyakan mengekspresikan tentang wabah korupsi yang ada di Indonesia. Seluruh masyarakat bisa menikmati pameran lukisan yang digeber selama tiga hari, yakni Sabtu (2/11).

Ketua Pelaksana Pameran Saweran Kartun, Wirastho menguraikan, karya seni tersebut dibuat oleh 31 seniman yang berasal dari Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Solo, Semarang, Surabaya hingga Bali. Dalam tema yang diangkat, tidak boleh mengandung unsure SARA maupun sarkasme yang mampu menyinggung.  Namun, harus memberikan penyegaran yang positif. “Karena ini konsep saweran, jadi teman-teman kartunis se-Indoneisa memiliki inisiatif untuk mengirimkan karyanya,” jelas dia.

Melalui hasil karya tersebut, para seniman menyelipkan pendidikan anti korupsi. Sehingga, pesan lebih mudah tersampaikan kepada masyarakat, utamanya anak-anak.  Hal tersebut dilakukan oleh Partai Kartunis Ngalam (Paitun) menjadi agenda tahunan. “Harapannya, kartunis bisa menjadi bagian darikontrol sosial hingga bagian dari komunikasi masyarakat kepada pemerintah. Namun, kami juga berharap, hal ini bisa menjadi wadah pendidikan untuk siapapun,” papar dia.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Giri Suprapdiono memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang bekerjasama dengan Paitun dalam menggeber pameran tersebut. “Kartun adalah bentuk satire yang membuat kita menertawakan diri sendiri. Dengan cara halus ini, mampu mengingatkan kita pada komitmen untuk melakukan pemberantasan korupsi,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, untuk memberikan edukasi anti korupsi, pihaknya mengundang anak-anak usia sekolah utuk mendatangi pameran tersebut. “Harapan kami, anak bangsa bisa membantu menguatkan semangat anti korupsi,” kata dia.

Menurutnya, melalui jartun, segala pesan bisa lebih mudah tersampaikan kepada masyarakat dari segala usia. “Nanti akan ada kejasama dengan teman-teman seniman agar bisa menjadi bahan ajar untuk anak usia SD,” pungkas dia. (teaMalangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU