Hilangkan Ego, Bentuk One Soul, Band Baru Lintas Generasi dan Genre

  • 03-11-2019 / 20:10 WIB
  • Kategori:Malang
Hilangkan Ego, Bentuk One Soul, Band Baru Lintas Generasi dan Genre PRE LAUNCHING: One Soul, band baru dari lintas generasi dan berbagai genre melakukan pre launching di Warung Sumber Gentong, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Sabtu (2/11) malam.

Malangpostonline.com - Ini jadi satu-satunya di Malang. Band baru dibentuk dari lintas generasi dan berbeda genre. Memiliki kepiawaian di bidang musik, siap meramaikan panggung hiburan di Malang dan sekitarnya. Sabtu (2/11), One Soul, nama band tersebut melakukan pre launching di Warung Sumber Gentong, Jalan Abdillah, Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

Band yang dibentuk 29 September 2019 itu, beranggotakan 11 personil. Hari Koco (bassist) sekaligus Stage Manager, Rickert Lalonoh (bassist) dan juga Band Leader, Yoyok (keyboard), Doddy (keyboard), Diro (lead guitar), Recky (drum), Cipta (conga) serta empat penyanyinya, Anna Deliana, Nunung, Yuni dan Shunti Evayana. “Musik tidak mengenal usia,” kata Susy Julia Wardhani, Head Manager One Soul.

Ia bersama Sandy Donosepoetro, Pembina One Soul dan Nuhenda atau Nunu, Road Manager One Soul, mengaku ingin memberikan contoh untuk generasi muda, bila usia berapapun, asal mau berkreasi, pasti bisa terwujud. “Daripada tidak melakukan apa-apa, kita melakukan sesuatu yang lebih kreatif. Seperti show di Malang atau bahkan tidak menutup kemungkinan di luar kota,” tambahnya kepada Malangpostonline.com.

Susy, sapaannya menerangkan lebih jauh, tujuan membentuk grup band ini, memang untuk mengekspresikan diri atau aktualisasi melalui musik dengan menghilangkan ego menjadi satu. “One soul atau satu jiwa. Show perdana di Warung Sumber Gentong ini, kita undang komunitas yang ada. Di sinilah test case kita. Ingin tahu respons masyarakat karena kita sajikan all round dari reggae, rock n roll dan lainnya,” terang dia.

Tahun 2020, dengan dukungan masyarakat, sponsor serta donatur, One Soul siap membuat kalender event agar kreativitas tetap berjalan. Ditambahkan Rickert, ia lebih fokus untuk   meramu para pemain ini, menjadi satu tim. “Notabene, asal usulnya aneka ragam. Kendala pasti ada karena menyatukan beberapa karakter. Tapi saya pikir, pelan-pelan bisa diatasi. Ada faktor sulit, saya ambil jalur tengah agar awal lebih mudah,” ungkapnya.

“Fasenya harus bertahap. Apalagi kita ini tipikalnya adalah show. Bukan regular home band di satu tempat. Lagu diaransemen lagi atau arranger lagi agar yang biasa menjadi luar biasa. Banyak lagu yang sudah kita kenal. Tapi nggak bisa membawakannya seperti di cafe. Inilah menjadi nilai tambah One Soul. Kalau memungkinkan, ke depan dapat membuat lagu sendiri. Sekarang, masih kita bawakan lagu yang hits di masyarakat,” urai dia.

Sementara itu, Sandy Donosepoetro menekankan, konsep One Soul lebih kepada memenuhi permintaan lagu konsumen. “Genre apa saja kecuali dangdut karena kita tidak bisa. Tidak bisa dipungkiri, arahnya memang komersil. Seperti salah satunya nanti 11 Desember, kita show di Anang Family Karaoke. Gaungnya sudah kemana-mana. Kita sangat serius terhadap band ini,” tegas suami Susy tersebut.

“Sampai kapanpun bertahan. Biasanya, banyak keluhan, punya grup band lalu bubar. Selalu begitu kendalanya. Baru bentuk tiga bulan, lalu bubar. Untuk mempertaruhkan nama tidak gampang. bubar. Kalau ganti-ganti personil, itu sih biasa karena banyak kesibukan masing-masing. Untungnya, banyak personil One Soul yang dapat memainkan alat musik lebih dari satu,” tutup mas Andy, panggilan akrabnya. (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU