Tutup Usia, Mantan Anggota MPR Shofwan Chudorie Dijuluki Pemadam Kebakaran Semasa Hidup

  • 04-11-2019 / 12:20 WIB
  • Kategori:Malang
Tutup Usia, Mantan Anggota MPR Shofwan Chudorie Dijuluki Pemadam Kebakaran Semasa Hidup Almarhum Shofwan Chudorie tutup usia dalam usia 77 tahun.

Malangpostonline.com - Kabar duka datang dari mantan Anggota MPR dan DPR RI yang juga Ketua Yayasan Unisma, Dr. H. M. Shofwan Chudorie, M.Si yang tutup usia pada hari ini, Senin (4/11) dini hari. Tepatnya pukul 00.45 di RS Islam Unisma Malang dalam usia 77 tahun. 

Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga putra, yang salah satunya merupakan Staff Khusus Presiden yang juga pakar ekonomi Universitas Brawijaya (UB) yakni Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika. Rencananya, jenazah akan langsung dikebumikan di daerah asalnya, yaitu di Kabupaten Ponorogo.

Sekretaris Yayasan Unisma, Dr. H. Mustangin. M.Pd menyebut bahwa almarhum meninggal usai dirawat di RS Islam Unisma, kurang lebih selama tiga hari. Sebelumnya, almarhum diketahui telah dua bulan lamanya keluar masuk rumah sakit, yang ditengarai oleh masalah asupan makanan.

"Ini jenazah akan diberangkatkan ke Ponorogo, terakhir almarhum dirawat di RS Islam Unisma sekitar dua atau tiga harian. Sudah sekitar dua bulanan keluar masuk rumah sakit. Almarhum ada problem diasupan makanannya," terangnya pada Malangpostonline.com, Senin (4/11) siang.

Menurutnya, almarhum merupakan tokoh tanah air dan juga tokoh senior Nahdatul Ulama (NU) yang telah mengabdikan diri sejak masih berdomisili di Ponorogo sebagai seorang politisi dan tokoh organisasi NU. Almarhum sendiri, sebelum menjadi Ketua Yayasan Unisma juga merupakan salah satu tokoh Yayasan Universitas Brawijaya (UB).

"Almarhum terlibat aktif di Yayasan Unisma sejak 10 tahun terakhir, dan sudah menjabat sebagai ketua Yayasan sejak awal 2015," lanjutnya.

Mustangin menyampaikan bahwa sosok almarhum merupakan sosok tetua dikalangan NU. Yang selalu memberikan contoh baik, untuk menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin. Maka dari itu, almarhum semasa hidup dijuluki sebagai pemadam kebakaran.

"Saya nangkep almarhum itu tipikal orang Jawa, tidak suka komplain, tidak suka konflik. Makanya sering disebut sebagai pemadam kebakaran," pungkasnya.

Sementara itu, kabar duka meninggalnya almarhum Shofwan Chudorie juga sempat disampaikan oleh Prof. Erani di media sosial twitter. Cuitan kabar duka tersebut sudah ditanggapi oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (asa/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : irawan
Penulis : asa
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU