MCK Terminal Bayar, Komisi C Sidak Terminal Arjosari

  • 11-11-2019 / 20:24 WIB
  • Kategori:Malang
MCK Terminal Bayar, Komisi C Sidak Terminal Arjosari Komisi C DPRD Kota Malang melakukan sidak ke Dinas Perhubungan pengelola terminal Arjosari.

Malangpostonline.com - Menerima keluhan masyarakat terkait fasilitas toilet umum atau MCK terminal yang masih berbayar, Komisi C DPRD Kota Malang yang menangani persoalan pembangunan, melakukan sidak ke Dinas Perhubungan pengelola terminal Arjosari, Senin (11/11).

Hal tersebut menyusul ketentuan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, yang mengatur bahwa MCK di terminal dan stasiun tidak boleh dikenakan tarif. Sedang selama ini, MCK di terminal khususnya masih menjadi lahan pemasukan bagi sejumlah oknum masyarakat.

“Ada keluhan dari masyarakat terkait penelolaan kios MCK yang ada disini (terminal Arjosari), selama ini MCK masih menjadi sumber penghasilan. Padahal sudah turun ketentuan dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan,” kata Ketua Komisi C, Fathol Arifin pada awak media.

Fathol menyampaikan bahwa, pihaknya tentu mendorong pengelola terminal Arjosari yang terdiri dari Dinas Perhubungan Kota Malang dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Maka dari itu, MCK yang saat ini masih berbayar harus segera ditertibkan.

“Kalau tidak mau digratiskan, bisa dicari cara lain. Bisa dengan diganti kios, agar mereka bisa tetap mendapat pengahsilan,” lanjutnya.

Komisi C juga langsung meninjau ke terminal Arjosari dan betemu dengan Kepala UPT Terminal Arjosari Hadi Supeno. Pada momen tersebut kemudian diketahui bahwa terminal Arjosari sendiri memiliki 5 titik MCK yang masih berbayar.

“Kelima pemilik MCK tersebut sudah kita panggil, rencananya tentu tidak bisa kita paksakan. Mereka kita tawari untuk mengalih fungsikan MCK itu sebagai kios,” ungkapnya.

Namun demikian, untuk alih fungsi MCK menjadi kios tersebut juga harus melalui sejumlah tahapan tertentu. Sebab, sejauh ini semua kios yang ada di terminal Arjosari sudah terdaftar dan terdata secara lengkap.

Maka dari itu, hal tersebut menjadi salah satu kendala tersendiri. Karena mereka tak semua ingin mengubah mata pencahariannya dengan mendirikan kios. Sedang disatu sisi, masyarakat pengguna terminal harus mendapatkan fasilitas MCK yang bersih dan gratis.

“Kami juga memberikan masukan ke pemerintah, agar bisa membangun fasilitas MCK yang bersih dan gratis. Bahkan kalau bisa ada tenaga kerjanya,” ujar dia.

Sementara itu, Komisi C pada kesempatan tersebut juga sempat menyinggung terkait dengan kios-kios yang ada di terminal Arjosari. Ternyata sejauh ini, kios Arjosari terbagi dua sesuai dengan pengelola masing-masing dari Dinas Perhubungan Kota Malang dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Kedua pengelola tersebut diketahui menerapkan pengelolaan yang berbeda. Kios yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Malang disebut menentukan tarif sewa, sedang Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur tidak menerapkan biaya sewa.(asa/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : irawan
Penulis : asa
Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU