Diskusi Senin Malang Post, 30 Menit "Terbang" Ke Turki

  • 11-11-2019 / 22:26 WIB
  • Kategori:Malang
Diskusi Senin Malang Post, 30 Menit "Terbang" Ke Turki Diskusi Senin Malang Post dibawakan Inaya All Islamiyah tentang Negara Turki.

Malangpostonline.com - Menarik sekali ketika kita mengetahui bahwa banyak dari kita tidak tahu ibukota Turki bukanlah Istambul. Hal ini terjadi dalam diskusi senin Malang Post yang dibawakan wartawan Malang Post Inasa All Islamiyah malam ini.

Wartawati berkacamata ini membedah buku "Turki yang Tak Kita Kenali" dari Tim Turkish Spirits. Ia mengawalinya dengan memberi satu pertanyaan.

"Ibukota Turki apa?" tanyanya.

Hampir semua menjawab Istambul. Yang ternyata salah. Ibukota Turki adalah Ankara. Inilah satu contoh bagaiamana Negara Turki dikenal di dunia. Dimana banyak hal yang dimengerti tetapi tidak benar atapun salah kaprah.

Hal lain juga ditanyakan Inasa pada audiensnya. Yakni apa yang ada dibenak ketika mendengar negara Turki? Banyak menjawab sesuatu berkaitan dengan hal hal Islamik dan agamis lainnya seperti masjid megah, kaum sufi hingga literasi literasi islamik.

"Sebenarnya Turki itu sangat sekuler," jelas gadis lulusan Hubungan Internasional UMM ini.

Ia menjelaskan salah satu contohnya. Yakni penggunaan hijab, dimana Turki baru saja memperbolehkan warganya mengenakan jilbab atau kerudung di tahun 2000 an, sedangkan Indonesia sudah sejak lama. Dan beberapa hal lain seperti paham sekulerisme yang dianut Negara Turki dimana mereka bahkan jauh dari pandangan negara islami sama sekali. 

"Turki negara yang sangat sekuler. Mereka membedakan paham agama dengan sistem pemerintahan negaranya. 

Tidak hanya itu hal yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah bahwa Turki memiliki bahasanya sendiri. Tidak seperti yang selalu dipikirkan orang banyak yakni berbahasa Arab. 

Tidak hanya itu apa yang dilihat di instagram ataupun di tulisan travel banyak orang bahwa Turki megah dan indah tidak juga nyata seperti itu. Karena dalam buku ini diceritakan sebuah pengalaman seorang mahasiswa indonesia yang kuliah di Turki. Mahasiswa Indonesia ini mendapatkan beasiswa dari Turki untuk sekolah disana. Mahasiswa asal Turki sedikit marah karena merasa sulit sekolah di negaranya sendiri. Sedangkan faktanya membagikan uang negara untuk menyekolahkan anak negara lain. 

Disinilah diketahui Turki memiliki strategi branding yang luar biasa padahal pada faktanya ekonomi di negara tersebut tidaklah terlalu baik dibandingkan Indonesia.

"Dari membaca buku ini setidaknya kita tahu bahwa apa yang kita ketahui akan sesuatu tidak selamanya hal yang nyata," pungkasnya. (ica)

Editor :
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU