OPD Perlu Personal Branding

  • 12-11-2019 / 18:15 WIB
  • Kategori:Malang
OPD Perlu Personal Branding

Malangpostonline.com - Berbagai cara dapat dilakukan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan pelayanan publiknya pada masyarakat. Salah satunya membangun “personal branding” nya sendiri-sendiri. 

Hal ini dapat dilakukan jika OPD sigap dan tanggap akan arus informasi dan memanfaatkan keadaan dalam bentuk citra yang baik. Maka hal pertama yang dapat dilakukan adalah membuka diri dengan publik melalui media.

Hal ini disampaikan Pemimpin Redaksi Malang Post Dewi Yuhana siang tadi. Dalam Kegiatan Pelayanan dan Fasilitasi Pengaduan Publik "Penguatan Layanan Pengaduan Dalam Mendukung Percepatan" Malang Smart City oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang di Ijen Suites Hotel and Conventions. 

“Personal branding adalah bagaiamana seseorang atau sesuatu ingin dilihat publik. Ini yang harus dipegang OPD. Sudah ada banyak platform media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk personal branding maka OPD harus giat meng update informasi,” jelas perempuan yang akrab disapa Hana ini.

Ia melanjutkan untuk melakukannya secara efektif, OPD tidak melulu mengupdate informasi hanya seputar kegiatan OPD saja. Malah yang terpenting adalah bagaimana OPD dapat memanage keluhan publik melalui media yang ada dan dijadikan branding.

Hana mencontohkan salah satu cara yang dapat dilakukan. Yakni publikasi kerja pelayanan di media mainstream seperti cetak. 

“Misalnya nih dapat keluhan dari warga. Nah jawaban dari keluhan itu ditindaklanjuti dan kemudian dipublikasikan. Selain keluhan warga ditanggapi ini juga menjadi branding dari OPD. OPD akan nampak tanggap dan responsif,” terang perempuan asal Tulungagung ini. 

Dikatakan Hana pun seluruh admin-admin akun media sosial OPD harus mau tanggap. Memperhatikan penggunaan bahasa yang diplomatis. Artinya tidak terbawa emosi pula ketika menanggapi keluhan “netizen” yang kerap terus menuntut keluhan ditanggapi

Sementara itu Kepala Diskominfo Kota Malang, Dra. Tri Widyani P., M.Si yang diwakili Kepala Bidang Informasi Publik Ismintari, SP mengatakan Diskominfo sendiri sebagai organisasi perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi di bidang informasi dan komunikasi ikut memegang tanggung jawab membawa kota Malang menuju konsep Smart City. 

Pelayanan pengaduan yang smart adalah apa yang hendak dicapai Diskominfo dalam peningkatan pelayanan publik. 

“Artinya pelayanan pengaduan yang responsif, cepat, tepat, dan akuntabel. Pelayanan pengaduan yang smart akan menjadi faktor penting percepatan Malang Smart City,” tegasnya. 

Untuk pelaksanaan pelayanan dan fasilitasi pengaduan di Kota Malang, saat ini Pemkot Malang telah menyediakan layanan SAMBAT (Sistem Aplikasi Masyarakat Bertanya Terpadu) yang diresmikan pada tanggal 1 April 2016. Selain itu, Pemkot Malang juga menyediakan platform media sosial untuk menampung pengaduan masyarakat. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU