Tiang Penyangga Rp 3 M Topang Jembatan Muharto

  • 12-11-2019 / 18:19 WIB
  • Kategori:Malang
Tiang Penyangga Rp 3 M Topang Jembatan Muharto

Malangpostonline.com - Kondisi Jembatan Muharto semakin darurat dan dikeluhkan masyrakat, siang tadi Komisi C DPRD Kota Malang langsung mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. Dari kunjungan ini diketahui solusi yang dapat dilakukan segera adalah membuatkan tiang oenyangga.

Tiang penyangga ini diusulkan DPUPR Kota Malan untuk menjadi solusi yang dapat dilakukan. Hanya saja tadi anggaran menjadi masalah. Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan dana untuk membuat tiang penyangga ini akan diambil dari dana insidentil. 

“Karena sudah sangat mendesak. Diputuskan anggaran dana insidentil pemeliharaan jembatan di APBD 2020 digunakan. Nilainya sebesar Rp 3 M,” papar Fathol.

Hal ini memang dapat dilakukan akan tetapi memiliki konsekuensi. Dimana anggaran insidentil pemeliharaan jembatan se Kota Malang di 2020 habis. Saat ditanya mengenai hal ini, Fathol mengatakan tidak ada pilihan lain.

Maka jika terdapat perbaikan jembatan insidentil di 2020 maka anggaran akan diambil dari PAK di 2020 mendatang.

“Karena memang sangat mendesak. Kita tidak bisa diam saja, ini lah yang bisa dilakukan karena beberapa opsi tidak dapat dilakukan,” papar politisi PKB ini.

Opsi lain yang sempat hendak dilakukan adalah meminta provinsi untuk membuatkan Jembatan Bailey (jembatan portable berupa rangka,red). Hal ini pun diakui memakan waktu lama dengan proses yang panjang. 

Sementara opsi lain yakni menunggu hingga 2020 baru dapat menganggarkan perbaikan total jembatan yang akan memakan biaya Rp 40 sampai 50 Miliar. Opsi ini juga memakan waktu yang sangat lama karena baru akan terealisasi pada 2021 untuk pengerjaan fisiknya.

“Maka dari itu sementara yang terbaik adalah membuat tiang penyangga dibawah Jembatan Muharto. Bentuknya nanti seperti huruf V terbuat dari baja. Anggaran juga cukup Rp 3 M, mungkin malah bisa kurang dari itu,” tegas Fathol.

Sementara itu Fathol mengatakan hari ini, tim dari konsultan DED (Detail Engineering Design) Universitas Brawijaya (UB) akan memaparkan DED tiang penyangga tersebut. 

Ia kemudian menjelaskan usai dipaparkan DED, maka proses akan berlanjut pada permintaan persetuuan pada walikota. Setelah itu barulah pengerjaan dapat dilakukan. Pekerjaan pembangunan tiang penyangga ini dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih satu minggu. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU