LBH Prodeo Ismaya - Indonesia, Ladang Hobi Bantu Masyarakat

  • 13-11-2019 / 19:36 WIB
  • Kategori:Malang
LBH Prodeo Ismaya - Indonesia, Ladang Hobi Bantu Masyarakat SEMANGAT: Inilah pendiri sekaligus pengurus LBH Prodeo Ismaya – Indonesia yang dibentuk dan bersekretariat di kantor hukum advokat Yayan Riyanto, Jalan Kawi 29 Malang.

Malangpostonline.com - Ini benar - benar pertama di Indonesia. Membuat kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang berbeda dengan LBH lainnya. Tidak memburu banyak perkara, tapi menyelesaikannya dengan cara yang berkualitas, profesional dan proporsional. Lebih memilih memberikan pencerahan hukum ke daerah-daerah, sembari memberikan bantuan sosial untuk masyarakatnya.

Konsep berbeda itu, dibuat oleh Kantor LBH Prodeo Ismaya – Indonesia di Jalan Kawi 29 Malang. Dibentuk 7 Oktober 2019 oleh delapan advokat Malang Raya dan sama-sama duduk sebagai pengurusnya. Advokat Yayan Riyanto, SH, MH didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Kantor LBH tersebut. Sedangkan advokat Bales Pribadi Suharsono, SH, duduk menjadi Ketuanya.

Advokat Subaryo, SH, dipilih menjadi Wakil Ketua, advokat Mohammad Ababilil Mujaddidyn, SH, MH, CLA sebagai Sekertaris dan advokat Imam Syafii, SH dipilih menjadi Bendahara sekaligus Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan.  Ketua Bidang Litigasi dijabat advokat Suliono, SH, advokat Verridiano L F Bili, SH, MH sebagai Ketua Bidang Non Litigasi serta advokat Muhammad Syahrul, SH, sebagai Ketua Bidang Hubungan Masyarakat. 

“Konsepnya sosial saja. Bagi LBH lain, jangan kuatir tersaingi untuk dapat banyak-banyak perkara. Kita tidak memburu perkara, tapi cukup yang kualitas. Yang memang perlu dibantu dan terdzolimi. Bukan seperti narkoba yang dibantu, lalu minta duit ke negara atau klaim. Kita punya kriteria apa yang akan dikerjakan. Penyuluhan hukum ke masyarakat yang lebih utama. Ke desa – desa sambil memberikan bantuan sosial, bisa beras atau sembako,” urai Yayan.

Menurut dia, konsep kantor LBH Prodeo Ismaya – Indonesia, dikerjakan bersama-sama ataupun bisa di kantor hukum para pengurus sendiri – sendiri. “Kalau yang butuh bantuan LBH, kita turun tangan. Patungan untuk membiayai perkara ini. Bukan meminta uang ke negara seperti Posbakum,” tegas mantan Ketua DPC Peradi Rumah Bersama Advokat (RBA) Malang tersebut. “Yang penting adalah bekerja untuk orang lain,” tambahnya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang itu menekankan, tidak ada biaya berapapun untuk penyuluhan, konsultasi hukum ataupun menyelesaikan perkara di pengadilan. “Refreshing sambil kerja sosial. Kalau nggak ada perkara yang ditangani, ya tidak apa-apa. Tidak ada masalah. Tapi kalau jelas salah, melanggar hukum, ya nggak mungkin kita bela di LBH. Misalkan tidak pernah melakukan kejahatan, dan punya bukti, ini  menarik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua LBH Prodeo Ismaya – Indonesia, Bales Pribadi Suharsono memaparkan, konsep dari Yayan tersebut, memang belum ada di Indonesia. Selama ini, yang ada hanyalah menangani prodeo dan probono. “Seperti narkoba, pencurian, pembunuhan dan biaya dibebankan kepada negara. Malah banyak – banyakan dapat perkara. Di sini, kita  tidak koleksi perkara. Atau jadi peternak perkara. Benar benar independen,” ungkapnya.

Untuk mengambil keputusan pun, lanjut Bales, dilakukan secara musyawarah. “Apakah bisa ditangani atau tidak, bagaimana jalan keluarnya dan sebagainya, dipecahkan secara bersama-sama. Keputusannya pun diambil secara kolektif kolegial karena konsepnya memang bantu orang, bukan mencari uang. Bisa diperjuangkan dengan cara kita. Kita ingin bantu keadilan untuk yang terdzolimi namun tidak memiliki dana mumpuni,” papar dia.

Nama Ismaya sendiri, terangnya, diambil berdasarkan forum musyawarah 7 Oktober 2019 lalu. Ismaya dianggap merupakan penjelmaan dewa Betara Ismaya yang turun untuk mengabdi kepada sebuah kejujuran walaupun tidak harus mendapat materi. Itu filosofi kita. Filosofi Semar menjadi langkah gerak kita, benar - benar mengabdikan diri dan ibarat jadi dewa penolong yang baik,” pungkas Bales. (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU