Di Malang Raya, Angka Kasus Berpotensi Naik

Kekerasan Anak Ada di Sekitar Kita

  • 17-11-2019 / 04:42 WIB
  • Kategori:Malang
Kekerasan Anak Ada di Sekitar Kita

ANGLE I

OPENING HALAMAN 1

/Judul

//sub

Malangpostonline.com - Menjelang Hari Anak Sedunia pada Rabu 20 November 2019, kekerasan masih terjadi di sekitar kita. Termasuk kekerasan seksual terhadap anak. Yang miris, anak usia SD hingga SMP justru paling rentan mengalami kekerasan seksual. Yang kian menjadi ancaman pula, juga terjadi kasus kekerasan anak terhadap anak. (Baca grafis, Red)

Di Kota Malang, pada Tahun 2019 ini setidaknya sudah 50 kasus kekerasan pada anak tercatat dan ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Malang.

Dalam catatan data kekerasan terhadap perempuan dan anak Pusat Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang kasus banyak dialami anak-anak. Dari 50 kasus yang masuk jenis kekerasan yang mendominasi ada pada kekerasan seksual.

Data kekerasan seksual tercatat sebanyak 12 kasus. Hal ini disampaikan Kepala DP3AP2KB Kota Malang Peni Indriyani saat dikonfirmasi mengenai jumlah kasus pada anak ini. Tidak hanya kekerasan seksual, kekerasan lain yang juga tercatat terjadi pada anak adalah kekerasan psikis. Yang hingga bulan September 2019 kemarin tercatat sebanyak 7 kasus yang masuk.

“Kekerasan psikis ini termasuk di antaranya KDRT Psikis, kekerasan psikis seperti dimaki-maki dengan kata kasar sampai pada bullying,” tegasnya.

Ia melanjutkan, kekerasan lain yang terjadi pada anak juga seperti kasus penelantaran. Di jenis ini tercatat sebanyak 6 kasus yang masuk. Jenis kekerasan penelantaran seperti pembuangan bayi dan penelantaran anak, ditinggal begitu saja. Untuk kekerasan fisik, tercatat sebanyak tiga kasus yang masuk. Misalnya pemukulan atau pun tindakan yang menyebabkan fisik atau tubuh terluka.

“Kekerasan lain-lain ada sebanyak 22 kasus,” ujarnya.

Kekerasan lain-lain yang dimaksud di antaranya seperti kasus perebutan hak asuh anak, hamil di luar nikah, kenakalan remaja, pergi dari rumah hingga penggunaan narkoba.

Sementara itu, dijelaskan pula bahwa jumlah ini kurang lebih menurun dibandingkan sebelumnya di periode jelang akhir tahun. Di 2018 lalu, DP3AP2KB Kota Malang mencatat sebanyak 74 kasus kekerasan terjadi di Kota Malang, khususnya pada anak.

Rinciannya, kekerasan fisik tercatat 11 kasus, psikis 13 kasus, seksual 12 kasus, penelantaran 11 kasus, dan kekerasan lain-lain sebanyak 27 kasus.

“Di 2016 kasus kekerasan pada anak tercatat ada sebanyak 36 kasus, lalu di 2017 ada 71 kasus,” tandas Peni.

Menurut Petugas Lapangan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang Jeffy Louis kasus kekerasan masih banyak terjadi pada anak-anak di Kota Malang. Dimana pelecehan menjadi kasus yang paling banyak diadukan tiap bulannya.

Jika mendapatkan pengaduan pelecehan seksual pada anak pihaknya akan langsung melaporkan kasus ini untuk kemudian ditangani Polres Malang Kota. Pasalnya kasus sudah masuk ranah hukum pidana.

“Kami memang bertugas menerima laporan. Tiap hari bisa satu sampai 3 laporan yang masuk. Tidak mesti pelecehan tetapi jika diakumulasikan tiap satu bulan pelaporan kasus pelecehan seksual pasti saja ada,” tegasnya.

Ia menerangkan usia anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual paling banyak di rentang usia SD hingga SMP. Meski begitu usia taman kanak-kanak pun juga kerap ditemui meskipun tak sebanyak usia SD. Laporan yang masuk pelaku pelecehan kerap adalah orang terdekat sendiri. Seperti saudara dan kerabat sang orang tua.

Beberapa kasus lain yang biasa dilaporkan ke P2TP2A Kota Malang selain pelecehan seksual yang juga mendominasi adalah perebutan hak asuh anak. Keributan antara orang tua sering terjadi pasca terjadi perceraian.

"Yang paling banyak masuk memang perebutan hak asuh anak ini pasti saja ada. Ini yang paling banyak kasusnya kedua baru pelecehan seksual. Lalu ada anak-anak bertengkar dengan sesama anak-anak. Ini biasanya orang tua tidak terima dan lapor,” tegasnya.

Secara umum di Malang Raya, angka kasusnya berpotensi naik setiap tahun. Hal itu bisa dibaca dari data yang dikumpulkan Malang Post. Di setiap daerah memiliki kasus yang berbeda. Malang Post menyajikannnya dalam laporan utama pekan ini.(ica/ary/Malangpostonline.com)

Editor : Ary
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU