Renovasi Pasar Besar, Dewan Masih Tunggu Hasil Identifikasi Bangunan

  • 17-11-2019 / 19:59 WIB
  • Kategori:Malang
Renovasi Pasar Besar, Dewan Masih Tunggu Hasil Identifikasi Bangunan

Malangpostonline.com - Belum lama ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Besar Kota Malang. Dalam kesempatan itu, wakil rakyat menerima keluhan dari pedagang. Sebab, pasca kebakaran beberapa waktu lalu, kondisi pasar semakin kumuh. Bahkan, mampu menurunkan omzet pendapatan yang cukup signifikan. 

Untuk itu, para pedagang menuntut renovasi atau pembangunan pasar tersebut. Namun, sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang selaku sang pemilik aset, masih menunggu hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim khusus yang direkrut oleh penyewa, dalam hal ini adalah Matahari Departement Store. 

Berdasarkan laporan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil identifikasi terkait kondisi gedung yang ada. "Gedung ini harus dirombak total atau hanya direnovasi saja, masih belum tahu. Sebab, hasil evaluasi dari tim belum keluar," jelas Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika ketika ditemui Malang Post, Minggu (17/11).

Menurutnya, pihak Matahari menyanggupi jika Pasar Besar direnovasi ulang. Namun, jika harus dibangun total, Matahari akan melakukan pertimbangan.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait kapan deadline evaluasi, pihaknya masih belum bisa memberikan kepastian. Meski demikian, ke depan, pihaknya akan mengecek seluruh aset yang dimiliki Pemkot Malang yang disewa oleh pihak ketiga. "Hal ini agar kejadian seperti Matahari dan Ramayana tidak terulang lagi. Minimal, apapun yang terjadi, dewan harus tahu," jelas dia. 

Sebelumnya, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi menguraikan, Pemkot Malang sudah melakukan uji kelaikan bangunan yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya (UB). "Hasilnya, memang gedung itu sudah tidak layak. Namun, Matahari menggandeng ITS untuk melakukan uji kelaiakan lagi. Sampai saat ini, hasilnya belum keluar," jelas dia.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada Matahari untuk menentukan deadline penelitian terkait uji kelaikan itu. "Kalau memang masih terlalu lama, gunakan hasil dari UB itu saja, dimana kondisi Pasar Besar harus dibangun ulang. Sebab, kalau dibiarkan terus, kasihan pedagang," lanjut dia. 

Jika memang nantinya Pasar Besar akan dibangun ulang, pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran khusus untuk relokasi, yakni sebesar Rp 4 miliar. "Ada anggarannya, dari APBD 2020 untuk penampungan pedagang," tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU