Investasi di Sosmed Miliki Peluang Besar Berkembang

  • 17-11-2019 / 20:21 WIB
  • Kategori:Malang
Investasi di Sosmed Miliki Peluang Besar Berkembang CINDERAMATA: Ketua Pelaksana Get Rady To Be Wealthy 2019, Muhammad Ilham Nur Alfian (2 dari kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Direktur PT Sentri Food Sentosa (Spencer’s Indonesia).

Malangpostonline.com – Get Rady To Be Wealthy 2019 mengajak seluruh masyarakat baik mahasiswa maupun umum untuk memanfatkan perkembangan teknologi sebagai sarana promosi yang paling efektif di Kartini Imperial Building Malang, Minggu (17/11). Kegiatan yang dikemas melalui seminar dan talkshow ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB dan diikuti lebih dari 300 peserta dari Malang dan sekitarnya.

Menariknya, pemateri yang didatangkan merupakan generasi muda yang telah sukses berbisnis hingga mencapai omset miliaran dalam hitungan hari. Yakni Direktur PT Sentri Food Sentosa (Spencer’s Indonesia), Danan Simangunsong dan owner Jamur Lunas (Jalu), Bagas Alimpad Panggrahita.

Direktur PT Sentri Food Sentosa (Spencer’s Indonesia), Danan Simangunsong, mengatakan, di era milenial saat ini jangan lagi mengandalkan cara konvensional melainkan sudah saatnya menggunakan era industri 4.0. “Dulu kalau kita ingin bisnis membutuhkan modal yang gede banger kalau sekarang dengan era 4.0 tidak ada modal besar pun bisa bersaing dengan produk-produk competitor yang brandnya sudah memiliki nama. Salah satu caranya invest di sosial media,” ujar Danan.

Investasi di sosial media sekarang ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Misalnya, investasi dalam bidang property, masih dalam bentuk rumah tanah apabila diinvestasikan di media sosial untuk 20 sampai 30 tahun mendatang valuenya sangat luar biasa. Peran media sosial sebagai sarana promosi suatu produk imbasnya dasyat. 

Contoh lain hanya bermodalkan sepasang kelinci lalu di posting di media sosial dan memiliki follower ratusan ribu saja peminat endorse banyak. Hanya dengan memelihara kelinci dengan kekuatan follower di media social, bahkan seseorang tersebut bisa menghasilkan pendapatan ratusan juta. Untuk itu selagi media sosial masih gratis dan traffic masih terjangkau manfaatkan sebaik mungkin, karena tidak menutup kemungkinan 20 tahun lalu akan sangat mahal.

“Mahasiswa sekarang ini semuanya memiliki handphone, manfaatkan itu untuk kegiatan yang produktif. Di era 4.0 ini yang awalnya bukan siapa-siapa bisa menjadi terkenal karena dia memanfaatkan peluang yang ada, membuat konten yang menarik dan konsisten post dia bisa memiliki follower jutaan,” terang pemuda asal Surabaya ini.

Tak lupa, Danan juga menceritakan perjalanan Spencer’s Premium Grocery yang dimulainya sejak tahun 2014. Berawal dari produksi sendiri di garasi rumahnya kini susu almond tersebut melejit menjadi produk nasional dan mendominasi market di beberapa kota besar.

Tak kalah menariknya, strategi marketing unik juga dipaparkan oleh owner Jamur Lunas (Jalu), Bagas Alimpad Panggrahita. Dalam pemasarannya jamur krispi tersebut ia menerapkan positioning berbeda, menyasar hal-hal yang sedang booming di masa itu. 

Contohnya jamur krispi yang diupdate dengan memberikan informasi seputar bola sehingga sasaran pasarnya pun berbeda, yakni tidak lagi di pusat oleh-oleh melainkan di tempat-tempat futsal. “Kemudian ada juga jamur kripsi Jalu, di kemasan saya tulis jamur pelunas hutang, sehingga customer nantinya juga mendapatkan informasi seputar cara melunasi hutang, positioningnya beda, marketnya beda dan brandingnya pun beda,” terang Bagas.

Penerapan strategi tersebut menuai sukses, termasuk ketika Bagas melaunching produk barunya hanya dalam waktu tiga hari saja omset yang diperolehnya mencapai Rp 1 miliar. Dengan pembatasan 200 orang dengan jumlah produk hanya 100 ribu pcs.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Get Rady To Be Wealthy 2019, Muhammad Ilham Nur Alfian, memaparkan, kegiatan ini berangkat dari fenomena pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang erat kaitannya dengan dinamika pertumbuhan ekonomi daerah khususnya pada kegiatan UMKM.

“Melalui kegiatan ini kami ingin merubah mindset masyarakat bahwa menjadi entrepreneur itu tidak melulu menjual barang tetapi juga menjual sebuah kreativitas, apalagi sekarang eranya teknologi canggih, di sini kami ingin memanfaatkan teknologi tersebut mumpung masih gratis,” tandas Ilham.

Ia berharap dengan Get Rady To Be Wealthy 2019 yang pada Minggu (20/10) lalu sudah ada workshop UMKM, diharapkan mereka mampu mengimplementasikan ke kehidupannya. Selain itu juga ada pengaruh positif terhadap peningkatan omset serta produk mereka semakin dikenal oleh masyarakat luar. (lin/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU