Haul Ki Ageng Gribig Digelar Tiga Hari

  • 21-11-2019 / 06:47 WIB
  • Kategori:Malang
Haul Ki Ageng Gribig Digelar Tiga Hari LESTARI BUDAYA: Warga Madyopuro Kota Malang turun ke jalan dalam peringatan Haul Ki Ageng Gribig Malang 2019. Mereka membawa tumpeng yang diarak di jalan.

Malangpostonline.com - Peringatan haul Ki Ageng Gribig digelar sangat berbeda tahun ini. Hal ini terlihat jelas saat ribuan warga Kelurahan Madyopuro turun ke poros Jalan Ki Ageng Gribig kemarin siang hingga tadi malam.

 Pertama kalinya, di tahun ini haul Ki Ageng Gribig dilaksanakan selama tiga hari. Sebelumnya paling tidak hanya diperingati sehari saja. Hal ini ternyata memiliki makna dan maksud tertentu. Inisiatif warga setempatlah yang menjadikan peringatan haul Ki Ageng Gribig berubah lebih khidmat dan melibatkan banyak warga.

Peringatan haul kemarin dimulai pukul 13.00 WIB diawali Khotmil Quran. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni Tari Topeng Malangan dan barongsai “South Lion Dance” yang juga sekaligus mengarak tumpeng peringatan.

Tumpeng pun beragam macam yang diarak. Dari yang biasa, berupa nasi beserta lauk pauk tumpeng pada umumnya hingga tumpeng yang berisikan hasil pertanian di Madyopuro. Tumpeng tersebut berisikan terong, sayur mayur, pete, singkong jingga dipuncaknya ada apel.

Ketua Panitia Haul Ki Ageng Gribig 2019 Devi Arif menjelaskan tahun ini mengangkat tema,  ‘Sebuah Syiar Tradisi Religi dan Seni Budaya Di Malang Raya Jawa Timur’ . Inilah mengapa Tari Topeng Malang dibawakan dengan juga menceritakan perjuangan syiar Islam.

“Ini untuk melestarikan budaya luhur serta memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang wisata religi di Malang Raya dengan adanya pesarean Ki Ageng Gribig” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini pun dirancang atas kerjasama banyak pihak. Selain inisiatif warga, Pokdarwis Makam Ki Ageng Gribig dan juga masyarakat yang tergabung dalam Patriot Garda Nusantara (PGN) Kota Malang.

Menurutnya haul ini juga diadakan secara besar untuk menjalin silaturahmi antar umat beragama yang ada di Kota Malang.

Seksi Acara Panitia Haul Ki Ageng Gribig dalam Gebyar Maulid 1441 H/2019 M, Gufi Maulana menjelaskan bahwa rangkaian acara sudah dilakukan sejak 19 November 2019 lalu. Yakni dengan event “Cangkrukan Gusdur” bersama KH Marzuki Mustamar.

“Kalau hari ini (kemarin) selain tari topeng, barongsai, juga malamnya ada pengajian umum bersama Gus Nuril Arifin dari PGN,” tegasnya.

Sementara di hari terakhir, 21 November 2019 hari ini, kegiatan akan dimulai pukul 12.00 WIB. Yakni dengan rangakaian ziarah kubur, Khotmil Quran, Ishari dan Gending Shalawat Wali Songo, Tahlil Akbar dan puncaknya yakni Ngaji Budaya.

Menurut Gufi, Ngaji Budaya menjadi kegiatan puncak karena seluruh warga se Malang Raya diajak kembali mengenal sosok Ki Ageng Gribig. Beberapa di antaranya yang akan dikupas dan didalami lagi lebih jauh adalah kisah Ki Ageng Gribig sebagai pendiri Malang. “Ki Ageng Gribig, merupakan seorang tokoh penyebar Islam yang namanya tersohor,” pungkasnya. (ica/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU