Alief Syafrizal Muhammadin, Pelatih Arema Putri Tembus Empat Besar Liga 1

Tak Boleh Marah-Marah, Berusaha Dengar Curhat Pemain

  • 21-11-2019 / 06:49 WIB
  • Kategori:Malang
Tak Boleh Marah-Marah, Berusaha Dengar Curhat Pemain SABAR: Pelatih Arema Putri, Alief Syafrizal Muhammadin memimpin Ongis Kodew di Liga 1 Putri.

Malangpostonline.com - Kesuksesan Arema Putri menembus empat besar Liga 1 Putri 2019 hasil kerja keras semua pihak. Mulai dari manajemen, tim pelatih hingga pemain dan suporter. Tapi, sosok Alief Syafrizal Muhammadin, pelatih Ongis Kodew, menjadi perhatian karena dia sukses debut sebagai pelatih tim putri senior.

Pembawaannya tenang dan santai. Sesekali, Alief Syafrizal Muhammadin, pelatih Arema Putri, mendekat ke pinggir lapangan sambil memberi kode kepada skuad asuhannya. Dengan kode ini, para penggawa Ongis Kodew paham apa yang diinginkan oleh Alief.

Sepanjang pertandingan Arema Putri kontra PSM Makassar, Rabu (20/11) kemarin sore, pria 24 tahun itu tidak pernah berlebihan memberikan instruksi. Dia lebih banyak duduk, melihat anak asuhnya bergerak di lapangan dan menjalankan permainan. Pemuda lajang dengan lisensi C AFC tersebut langsung memberi apresiasi kepada pemainnya, usai menang 3-0 atas tim Juku Eja.

Selepas keluar dari ruang ganti dan mengirim skuad Arema Putri ke bus, Alief menceritakan bagaimana tim ini bisa menembus empat besar Liga 1 Putri Indonesia 2019. Serentetan hasil positif di Liga 1 Putri, mulai dari seri satu sampai seri empat, ikut mendukung pencapaian Arema Putri yang debut di Liga Putri.

Dari 14 kali pertandingan, Arema Putri menang 9 kali, imbang sekali dan kalah 4 kali. Arema Putri menduduki peringkat dua grup B Liga 1 Putri, dengan 28 poin, dan secara otomatis berhak melaju ke 4 besar liga.

Capaian ini sangat luar biasa bagi tim debutan. Karena, sebagian besar pemain Arema Putri, adalah pemain U-23, tapi harus bermain di level senior.

Alief menceritakan, ada perbedaan mendasar antara team building putra dan putri. Bedanya, tim putri lebih butuh pendekatan emosional. Karena, pemain putri ini kadang sensitif. Pelatih tidak bisa marah-marah ketika instruksi tidak berjalan dengan baik. “Tapi, saya harus menunjukkan fakta-fakta, sebab akibat dari kesalahan yang dilakukan oleh pemain,” ujar Alief kepada Malang Post.

Dia mengibaratkan tim Arema Putri tak ubahnya tim usia dini yang harus memulai dari awal untuk langsung dihadapkan pada persoalan tim senior. Sehingga, alumnus Universitas Negeri Malang (UM) jurusan Pendidikan Olahraga ini harus mengambil sikap pelatih usia dini yang sabar dan lebih mengayomi.

Alief menegaskan, situasi yang tak pernah dialami oleh tim putra, akan dialami oleh pelatih tim putri. Yaitu, masa menstruasi atau dilepen. Menurut pemuda kelahiran Gresik itu, pemain putri yang menstruasi, harus ditangani secara khusus. Karena, mood pemain putri sangat berubah-ubah.

Situasi ini, akan semakin sensitif ketika tim putri sedang tur ke luar kota, apalagi luar pulau. Contohnya, Arema Putri, saat mengikuti seri 3 Liga 1 Putri awal November 2019 lalu. Selama delapan hari di Biak Numfor, Papua, kondisi emosional pemain fluktuatif. Apalagi, sebagian besar pemain masih berusia belasan tahun.Tur luar pulau bisa bikin pemain menangis dan curhat kangen rumah. “Sering malahan, sangat sering yang datang curhat sambil menangis karena kangen rumah. Tapi, itu tantangan bagi saya, untuk memotivasi mereka. Dari situasi emosional ini, mereka malah menjadi semangat,” ujar pria yang berdomisili di Sawojajar 2 tersebut.

Tantangan Alief sebelum meloloskan Arema ke empat besar Liga 1 Putri tak hanya berkaitan dengan faktor emosional pemain. Urusan teknis juga menjadi persoalan. Selain karena Liga 1 Putri ini adalah liga debut, banyak pemain awalnya tak terbiasa dengan lapangan sepak bola. Serta, perbedaan latihan fisik.

Sebab, hampir semua pemain Arema Putri, dan mungkin pemain tim lain, adalah mantan pemain futsal putri. Namun dengan semua tantangan ini, Arema Putri sanggup menembus empat besar, dan kini membawa misi agar lolos ke final. Meski masih menyisakan satu laga seri empat lawan Bali United, Arema Putri tidak terpengaruh laga ini karena sudah lolos empat besar.

“Dengan semua yang kami lalui dari seri satu sampai seri empat, para pemain ini bertumbuh dan berkembang ke arah yang baik. Lewat pendekatan yang lebih merangkul, kami bisa melalui empat seri dengan lancar dan akhirnya lolos ke semifinal,” pungkas pria yang kini menempuh S2 Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Malang ini.(fino yudistira/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU