Pemkot Janji Data AAM Beres Pekan Ini

  • 22-11-2019 / 01:17 WIB
  • Kategori:Malang
Pemkot Janji Data AAM Beres Pekan Ini

Malangpostonline.com - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang meyakinkan data detail fisik bangunan Alun-Alun Mall (AAM) segera diserahkan kepada  Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang. Targetnya tuntas dalam pekan ini.

Hal ini ditegaskan kepala Disdag Kota Malang Drs. Wahyu Setianto MM kepada Malang Post, kemarin. “Kami sekarang masih rampungkan data-data yang diminta KPKNL,” ujarnya.

Ia menjelaskan permintaan data detail terkait fisik bangunan, konstruksi gedung AAM, hingga jumlah tenant beserta ukurannya sedang dalam proses penyelesaian. Waktu sepekan yang dibutuhkan menurut dia sudah cukup.  “Memang sebelumnya data itu yang kurang. Makanya belum bisa berikan ke KPKNL,” tegasnya.

Untuk diketahui belum dilakukannya inventarisasi tenant dan gedung sebelumnya dikarenakan belum adanya kepastian serah terima bangunan AAM sebagai aset daerah. Pasalnya beberapa bulan belakangan pemilk PT Sadean Intramitra Corporation (SIMC) yang mengelola gedung tersebut sempat tak diketahui rimbanya.

Setelah diketahu pekan lalu dan sistem sewa menjadi keputusan Pemkot Malang, maka barulah pelaksanaan inventarisir tenant dan aset AAM bisa dilakukan. Hal ini juga sempat dijelaskan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Ia menjelaskan belum lengkapnya data yang hendak diberikan ke KPKNL dikarenakan adanya proses yang harus dilalui.

“Juga ada penyerahan mandat dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) ke Dinas Perdagangan,” tegasnya.

Setelah BKPAD melakukan inventarisir dan merampungkan administrasi aset AAM, maka Disdag dapat mengerjakan tugas berikutnya. Yakni menginventarisir tenant dengan lebih detail untuk kepentingan appraisal.

Hal ini  juga dibenarkan Kepala BKAD Kota Malang M Subkhan. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan internal berkaitan dengan aset AAM. Namun tidak mengurusi pendataan tenant karena bukan bagian dari aset murni.

“Kalau yang mendata itu memang langsung Dinas Perdagangan. Karena urusannya nanti ke nilai sewa perdagangan,” jelasnya.

Untuk saat ini Pemkot Malang memang sedang melakukan pendataan detail tenant di AAM. Salah satunya ukuran tenant mulai dari lokasi, prospek lokasi, jumlah lantai dan data fisik bangunan lainnya.

Store Manager Ramayana AAM, Bambang Triyono saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan kerjasama menanggapi dengan lugas. Ia menekankan bahwa Ramayana masih ingin meneruskan kerjasama dengan Pemkot Malang.

“Ramayana juga berharap sewa bisa diperpanjang. Kita sekarang menunggu keputusan (keputusan nilai sewa baru,red) dari tim appraisal dan pemkot saja,” tegas Bambang.

Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya,  Kasi Pelayanan Penilaian KPKNL Malang, Ani Mafiana mengaku belum menerima data detail mengenai AAM. Akibatnya proses appraisal belum bisa dilakukan. 

Padahal data detail ini sangat dibutuhkan agar KPKNL secara objektif melakukan penilaian appraisal. Ia tidak ingin terlalu murah atau terlalu mahal. (ica/van/Malangpostonline.com

 

Editor : van
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU