Diduga Korsleting Listrik, Tempat Jual Ban Terbakar

  • 04-12-2019 / 14:55 WIB
  • Kategori:Malang
Diduga Korsleting Listrik, Tempat Jual Ban Terbakar PADAMKAN API: Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang ketika memadamkan api.

Malangpostonline.com - Ketika hendak beraktivitas, pastikan kondisi aliran listrik benar-benar aman. Jika tidak, seperti yang terjadi di Kantor Planet Ban, Rabu (4/12). Sekitar pukul 05.30, kios tersebut terbakar diduga karena Korsleting listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran tersebut diketahui oleh sang penjaga toko. Saat itu, tiba-tiba ada kepulan asap dan percikan api yang ada di sekitar meja komputer. Mendapati hal tersebut, sang penjaga langsung menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang. Sembari menunggu, ia juga berupaya memadamkan api dengan air sedanya.

Dalam hitungan menit, petugas PMK datang untuk melakukan pemadaman. "Kami membawa 3 unit mobil dan 15 personel untuk melakukan pemadaman dan pembasahan," terang Kepala UPT Damkar Kota Malang, Anton Viera.

Setelah melakukan pemadaman dan pembasahan selama 60 menit, petugas langsung melakukan pembasahan agar api tidak lagi menjalar. Diduga, penyebab kebakaran terjadi lantaran arus pendek listrik. "Penyebabnya Korsleting listring yang terjadi di sekitar meja komputer," papar Anton.

Selama melakukan pemadaman, petugas sempat merasa kesulitan untuk mengakses lokasi. "Akses masuknya sulit, petugas harus merusak pintu besi yang ada. Meski demikian, petugas berhasil memadamkan api dengan aman," lanjut dia.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika memasak maupun menyalakan aliran listrik agar tidak terjadi kebakaran. “Setidaknya, masyarakat harus rutin mengecek aliran listrik. Jika ada kendala, harus langsung diperbaiki agar tidak terjadi kebakaran dan menimbulkan kerugian,” tandas dia.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU