Sutiaji Raih Walikota Enterpreneur Award 2019 Kategori Pendidikan

  • 04-12-2019 / 17:29 WIB
  • Kategori:Malang
Sutiaji Raih Walikota Enterpreneur Award 2019 Kategori Pendidikan PENGHARGAAN: Mewakili Wali Kota Malang Sutiaji, Kadis Pendidikan Kota Malang Zubaidah menerima penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2019 untuk kategori pendidikan.

Malangpostonline.com - Prestasi demi prestasi terus terukir indah untuk Kota Malang. Rabu (4/12) kemarin, Wali Kota Malang Sutiaji meriah penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2019 untuk kategori pendidikan dari Philip Kotler Center for ASEAN Marketing.

Penetapan penghargaan itu dilakukan setelah melalui penjurian panjang dan melalui proses penilaian langsung dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah. Juga dilakukan klarifikasi dengan tim Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terkait  pencapaian  status tinggi penilaian kinerja oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

 Walikota Entrepreneur Award 2019 diserahkan di acara Regional Leader Enterpreuner Award 2019, Rabu (4/12) di Ballroom, Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Hermawan Kertajaya selaku founder dan chairman Mark Plus Inc,  mengungkapkan, penilaian dilakukan oleh Tim Kemendagri yang digabung dengan kriteria nilai-nilai enterpreuner yang dikembangkan oleh Mark Plus.

"Sejalan dengan tema yang diangkat yakni Rediscovering Growth,  Finding the Momentum, Wali Kota Malang Pak Sutiaji kami nilai memiliki kemampuan dalam membaca momentum dan merumuskan dalam satu kebijakan strategis, yakni melalui pendidikan karakter,  menggarap generasi muda potensial lewat ekonomi kreatif yang juga disasarkan pada dunia pendidikan, "urai bos Mark Plus tersebut.

 

 

Momentum apa yang dinilai tepat dan strategis, menurutnya adalah visi SDM unggul,  dan itu adalah keniscayaan disaat Indonesia sudah tidak bisa hanya bertumpu serta mengandalkan sumber daya alam. “Kepala daerah yang "berani" berfokus pada bidang SDM unggul, patut mendapat apresiasi tersendiri,” terangnya.

Sementara itu,  Wali Kota Malang Sutiaji yang tidak dapat hadir secara pribadi (langsung) dan diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah  menyampaikan terima kasih atas pemberian penghargaan tersebut.  "Ini tentu jadi motivasi sekaligus peneguh langkah untuk kita (Kota Malang) makin menguatkan pembangunan SDM diberbagai bidang. Pendidikan harus mampu menyasar ruang ruang publik yang ada.  Tak hanya terbatas pada ruang kelas,  namun lingkungan berhimpunnya banyak orang pun seperti pasar,  kita dapat mentransformasikan semangat pendidikan, " ujar Pak Aji merespon penghargaan yang diraihnya.

 

Salah satu inovasi pendidikan tak berbatas ruang kelas yang dikembangkan Kota Malang adalah  inovasi 'Sepasar Pedas', yaitu Sekolah Pasar Pedagang Cerdas. Sekolah bagi para pedagang itu rutin pertemuan 4 kali dalam sebulan. Materinya soal kesehatan dan keamanan pangan, tertib ukur timbangan, stabilitas harga dan perbankan. Lulusannya diberikan sertifikat. Dan yang membanggakan "Sepasar Pedas" juga mendapatkan penghargaan top 25 kompetisi pelayanan publik tingkat Jawa Timur  pada Selasa, (3/12) kemarin.

Adapun ajang tahunan yang digelar Mark plus bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri itu, juga memberikan penghargaan "Special Mention Marketeer of the year 2019  kepada Angkie Yudistia, Ridwal Kamil,  dr Terawan,  Mahfud MD, Wisnutama,  dan Nadiem Makarim.

Erick Thohir, Menteri BUMN meraih Special International Recognition on marketing 2019 (atas kemampuan dan keberhasilan pada media marketing,  sport marketing dan politic marketing). Immortal Marketing Award juga diberikan kepada BJ Habibie dan  Ciputra. (ica/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU