Banjir, Angin Kencang, Pohon Tumbang

Badai Es Menerjang

  • 06-12-2019 / 08:21 WIB
  • Kategori:Malang
Badai Es Menerjang

Malangpostonline.com - Hujan disertai badai es dan angin kencang menerjang sejumlah kawasan di Malang, Kamis (5/12) kemarin. Selain sebabkan banjir di Jalan Soekarno Hatta, juga pohon tumbang di berbagai kawasan. Seorang driver ojek online (ojol) terluka setelah sebelumnya motor yang dikendarai  tertimbun bangunan ambruk di Jalan Raya Sawojajar.

Sebuah mobil juga rusak akibat bangunan ambruk tersebut.  Sementara itu, angin kencang porak poranda sejumlah kawasan. Wilayah Kecamatan Pakis kembali diterjang angin kencang. 

Awalnya sejumlah kawasan di Kota Malang di terjang hujan es intensitas tinggi. Pantauan Malang Post, hujan es terjadi di Griyashanta, Candi Panggung, Sudimoro, Dinoyo dan kawasan lain di barat Kota Malang.

Setelah itu hujan deras mengguyur di hampir seluruh Kota Malang. Sudah begitu, disertai angin kencang di beberapa kawasan. Bencana pun terjadi di  Jalan Raya Sawojajar, di wilayah RT 3,  RW 3 Kelurahan Sawojajar. Beranda sebuah rumah kosong ambruk. Kejadian itu setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung. 

Reruntuhan bangunan menimpa sebuah mobil Daihatsu Sigra bernopol N 1472 BT dan seorang driver ojol. Bahkan motor milik yang digunakan untuk ojol sempat tertimbun material bangunan ambruk. 

Beruntung driver ojol berusaha selamatkan diri, namun mengalami luka. Ia langsung dilarikan ke RS Saiful Anwar karena mengalami luka di bagian kepala. Saat kejadian, driver ojol itu sedang menepi akibat hujan deras.

Sementara empat penumpang mobil Daihatsu Sigra selamat. Mereka masing-masing suami, istri dan dua anak.  Sewaktu kejadian, keluarga yang berasal dari Pakis ini langsung keluar dari mobil mereka.

Pengemudi mobil Yunus Marthayudo saat ditemui menjelaskan ia dan keluarganya saat itu hendak menepi, memarkirkan mobil. Mereka berencana mengambil cucian di laundry di dekat bangunan yang ambruk. 

Ia lalu mendengar suara keras akibat reruntuhan beranda rumah di lantai dua jatuh dan menimpa atap mobilnya. Mereka berhasil keluar dari mobil, Yunus dan keluarganya langsung meminta tolong, lalu warga berdatangan.

Siti, salah seorang warga sekitar mengatakan pengemudi ojek online saat itu berhasil menyelamatkan diri.  Namun bagian kepala terlihat sudah terluka.“Warga langsung membawanya ke rumah sakit. Tapi motornya sudah tertimpa bagunan runtuh,” tandas Siti yang sempat mengetahui kejadian tersebut.

Sementara itu salah satu kerabat pemilik bangunan ambruk, Fendiansyah, mengatakan pemilik bangunan tidak berada di Kota Malang. Rumah itu memang kosong sejak dua bulan terakhir. Saat kejadian, tidak ada satupun orang dalam bangunan rumah tersebut.

“Langsung saya kabari, kita saja tau karena dikasi tahu orang-orang RT di sini tadinya. Ya namanya musibah, siapa yang tahu begini,” katanya.

Jalan Soekarno Hatta Jadi Sungai

Hujan lebat disertai angin kencang di Kota Malang sore kemarin juga menimbulkan bencana lainnya. Pantauan Malang Post, Jalan Soekarno Hatta berubah jadi sungai lantaran banjir.

Pengendara motor yang melintas kawasan padat arus lalu lintas itu harus menurunkan laju kendaraan. Apalagi ketinggian air menyentuh lutut orang dewasa. Sementara mobil terendam hingga ban.

Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab setiap musim hujan selalu diterjang banjir. “Heran, kok tidak pernah ada solusi. Ini (banjir) sudah langganan setiap musim hujan,” protes sejumlah pengendara. 

Sementara itu, Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Mahfuzi mengatakan hujan es merupakan fenomena biasa. Ia menjelaskan hal ini terjadi karena uap air yang dikandung dalam awan, ternyata ada awan yang mengambang tinggi di atmosfer. Semakin tinggi suatu tempat semakin dingin suhunya.

Jika awannya ada yang berada di ketinggian 30.000 kaki di atas dpl maka dipastikan uap air nya bersuhu bisa nol derajat.

"Kalau nol derajat kan air bisa membeku. Jadilah kristal es karena tadi ada konduksi matahari yang cukup panas," jelasnya.

Perjalanan KA Terganggu 

Mahfuzi juga menjelaskan pohon tumbang di sejumlah kawasan.  Yakni di Jalan Danau Ranau,  Jalan Danau Sentani dan di Jalan  Karya Timur. Manager Humas PT KAI Daop 8 Suprapto menambahkan, ranting pohon tumbang melintang di jalur kereta api sekitar pukul 15.06 WIB.

“Ada perjalanan KA yang terganggu yakni KA 452 Penataran relasi Malang-Surabaya. Akibatnya terjadi kelambatan selama 17 menit,” tegasnya.

Sebelumnya menurut Stasiun Klimatologi Karangploso prakiraan cuaca di wilayah Malang Raya hingga sepekan kedepan (sejak Selasa 3 Desember) diperkirakan mengalami cuaca ekstrem.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas II Malang, Andang Kurniawan menjelaskan pada saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur diprakirakan akan memasuki musim hujan, termasuk wilayah Malang Raya. “Pertumbuhan awan konvektif berpotensi menimbulkan cuaca ekstrim,” jelasnya.

Cuaca ekstrem yang dimaksud adalah wilayah Malang Raya diperkirakan akan mengalami hujan disertai badai guntur dan angin kencang/puting beliung. Keadaan ini diperkiraka akan terjadi hingga tujuh hari kedepan.   

Dua Desa di Pakis Diterjang Angin Kencang

Angin  kencang kembali melanda wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kamis (5/12) kemarin, angin kencang menerpa Desa Bunut Wetan dan Desa Asrikaton. Di Desa Bunut Wetan sedikitnya empat rumah rusak. Sementara di Desa Asrikaton, terdapat 12 rumah yang rusak akibat angin.

Rumah rusak parah di Desa Bunut Wetan salah satunya milik Ngateman, 75 tahun. Rumah yang berlokasi di   Dusun Krajan, RT06,  RW03, ini atapnya lepas, karena terjanga angin  kencang.

“Waktu itu saya ada di dalam rumah bersama seorang anak dan saudara. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh yang sangat keras,’’ katanya. Ia kaget  saat melihat ke luar ternyata atap rumahnya sudah berada di tanah lapang depan rumahnya. Jaranya sekitar 10 meter.  

Sementara di Jalan Garuda, Desa Bunut Wetan angin kencang juga merusak beberapa rumah. Selain itu sejumlah  pohon  tumbang. “Pohon tumbang tidak menimpa rumah. Sementara untuk rumah rusak akibat angin kencang masih didata. Tapi tadi saya mencatat sedikitnya ada 12 rumah yang rusak, dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang,’’ jelas Camat Pakis, Agus Haryanto.

Kepala Bidang Logistik dann Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Abdur Rochim  menyebutkan, sudah mendapatkan laporan terkait peristiwa bencana angin kencang. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang telah bergerak untuk melakukan pendataan. (ica/ira/van/Malangpostonline.com

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU