Wali Kota Malang Luncurkan "Ojir", Bendung Praktik Rentenir

  • 06-12-2019 / 19:59 WIB
  • Kategori:Malang
Wali Kota Malang Luncurkan "Ojir", Bendung Praktik Rentenir TESTIMONI: Salah satu pedagang Pasar Bunul, Aris menyampaikan testimoni meminjam uang dari rentenir yang banyak beroperasi di tengah masyarakat kepada Wali Kota Malang Sutiaji dalam launching program OJIR.

Malangpostonline.com - Jeratan rentenir melalui bank titil yang banyak dikeluhkan masyarakat mulai diperangi Pemkot Malang. Menggandeng PD. BPR Tugu Artha Sejahtera dan Baznas Kota Malang meluncurkan program OJIR (Ojo Percoyo Karo Rentenir), di Hotel Savana, Kota Malang, Jumat (6/12) kemarin.

Program ini sinergi bersama Pemerintah Kota Malang, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Baznas Kota Malang dan juga PD. BPR Tugu Artha Sejahtera. Program pembiayaan OJIR merupakan inovasi dan kolaborasi produk lembaga jasa keuangan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk membendung praktik rentenir atau bank titil.

"Melalui program ini, kami berharap agar beban hutang masyarakat kepada rentenir dapat segera terselesaikan. Sekaligus memperoleh dana bantuan untuk dijadikan sebagai modal usahanya," ujar Wali Kota Malang Sutiaji saat melaunching program OJIR.

Menurutnya, OJIR merupakan program pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat di Kota Malang untuk terlepas dari jeratan rentenir. Pembiayaan OJIR ini sumber dananya berasal penyertaan modal dari Pemerintah Kota Malang kepada BPR Tugu Artha Sejahtera, dan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang.

"Untuk memudahkan pelaksanaan program pembiayaan OJIR tersebut, keterlibatan berbagai pihak seperti camat, lurah, dan UPT Pasar diperlukan dalam rangka melakukan sosialisasi program OJIR serta mendata warga dan pedagang pasar yang terkena jerat rentenir, selanjutnya dapat direkomendasikan mendapatkan pembiayaan melalui program OJIR," terang Sutiaji.

Peluncuran program ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Baznas Kota Malang dengan PD BPR Tugu Artha Sejahtera yang  disaksikan langsung Wali Kota Malang Sutiaji dan Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri.

”Pada akhirnya masyarakat Kota Malang semakin sadar untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan murah sehingga terlepas dari jeratan hutang kepada rentenir,” tambahnya.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri memaparkan, OJIR merupakan program kerja TPAKD Kota Malang tahun 2019 yang akan dilanjutkan di tahun 2020 sebagai kontribusi nyata kepada masyarakat Kota Malang. Untuk itu, peran OJK dalam melakukan pengawasan aktif terhadap PD BPR Tugu Artha Sejahtera menjadi penting dalam memastikan penerapan prinsip kehati-hatian mulai dari tahap penyaluran pembiayaan hingga pemantauan pembiayaan OJIR tersebut.

"Ini solusi bagi masyarakat Malang karena pembiayaan melalui OJIR akan sangat membantu melunasi hutang, sehingga jangan digunakan untuk konsumtif, pembuatan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa anggunan," papar Sugiarto.

Ditambahkan Direktur Utama PD BPR Tugu Artha Sejahtera, Nyimas Nunin Anisah Baidury, S.P, mengatakan, sejak dilaunchingnya OJIR warga Malang sudah bisa mengajukan peminjaman namun sebelumnya harus melalui proses survey yang ketat.

“Syaratnya warga Malang yang memiliki pinjaman dari rentenir, kemudian harus memiliki usaha dan minimal pendapatannya kami akan lihat. Jika dalam seminggu bisa membayar Rp 120 ribu dan satu bulan Rp 480 ribu, sedangkan kalau dari OJIR misal meminjam Rp 1 juta tidak sampai Rp 100 ribu bayarnya per bulan ke BPR,” pungkasnya. (lin/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU